Kupang, NTTPedia.id,- Siswa Jurusan Energi Baru Terbarukan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kupang punya inovasi cerdas untuk menghemat tagihan listrik rumah tangga. Beberapa hasil karya mereka dan sudah dipasarkan adalah listrik Of-Grid di NTT Mart by One School One Product (OSOP).
Salah satu siswa jurusan Energi Terbarukan SMKN 2 Kupang, Eldat Febryanto Pong mengatakan selain sistem Of-Grid, mereka bisa merakit sistem listrik tenaga surya On-Grid yang terhubung langsung ke jaringan PLN. Terobosan ini untuk memanfaatkan karakteristik NTT yang panas hampir sepanjang tahun. Dengan ini, rumah tangga bisa menekan penggunaan listrik konvensional tanpa mengurangi kenyamanan.
” Kami punya kemampuan untuk mengembangkan listrik sistim On-Grid. Yang kami butuhkan adalah ijin dan dukungan dari pemerintah, ” kata Eldat ketika diwawancarai di sela-sela peresmian NTT Mart oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Rabu, 11/03/2026.
Eldat menjelaskan sistem listrik On-Grid merupakan rangkaian panel surya yang dipasang di atap rumah atau bangunan untuk menangkap energi matahari. Energi tersebut kemudian diubah menjadi listrik melalui inverter sebelum dialirkan ke instalasi listrik rumah melalui kWh meter.
“ Panel surya ini dirangkai dan dihubungkan dengan jaringan PLN. Listrik dari panel akan masuk melalui kWh meter terlebih dahulu sebelum disalurkan ke instalasi rumah, ” ujar Eldat.
Dalam sistem ini kata Eldat listrik yang dihasilkan panel surya akan digunakan terlebih dahulu untuk kebutuhan rumah tangga. Jika produksi listrik mencukupi, penggunaan listrik dari PLN otomatis berkurang. Sebaliknya saat produksi listrik menurun misalnya pada malam hari atau saat cuaca mendung, pasokan listrik kembali diambil dari jaringan PLN.
Eldat menjelaskan para siswa SMKN 2 Kupang tidak hanya mampu merakit sistemnya tetapi juga dapat melakukan pemasangan instalasi hingga listrik untuk langsung digunakan di rumah. Untuk sistim Of-Grid biaya pemasangan bervariasi tergantung kapasitas yang diinginkan.
” Untuk skala rumah tangga kecil biaya instalasi dapat dimulai dari kisaran Rp5 juta hingga Rp10 juta, yang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik dasar satu rumah,” kata Eldat.
Sementara itu Ketua Jurusan Energi Baru Terbarukan SMKN 2 Kupang, Slamet Maryono ketika diwawancarai terkait listrik sistim On-Grid mengatakan sistem ini sangat potensial diterapkan di wilayah NTT yang memiliki intensitas sinar matahari tinggi hampir sepanjang tahun. Kondisi tersebut kata Slamet membuat produksi listrik dari panel surya lebih optimal dibanding banyak wilayah lain di Indonesia.
Meskipun secara teknis listrik berlebih dari panel surya dapat mengalir kembali ke jaringan PLN kata Slamet, regulasi terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa listrik surplus saat ini tidak dihitung sebagai pengurang tagihan. Fungsi utama sistem on-grid tetap memanfaatkan energi matahari untuk mengurangi konsumsi listrik PLN sehingga tagihan listrik tetap bisa lebih hemat.
” Di Kota Kupang sudah ada yang gunakan listrik sistim On-Grid yaitu Gereja Kaisarea di BTN. Biasanya tagihan perbulan nya mencapai jutaan rupiah. Begitu pakai sistim On-Grid, tagihannya sekitar ratusan ribu saja, ” kata Slamet.
Namun untuk menggunakan sistim On Grid kata dia harus ada ijin dari PLN. Selain itu untuk instalasi harus vendor yang mengantongi sertifikat dari PLN dan prosentase pemakaian On-Grid hanya 15 persen dari daya dan menggunakan meteran ekspor Import.(AP)














