Dinas Pendidikan NTT Wujudkan Dasa Cita Melki – Johni Lewat Hilirisasi OSOP di Sekolah

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melki Laka Lena ketika meninjau produk -produk NTT Mart by OSOP SMKN 2 Kota Kupang

Melki Laka Lena ketika meninjau produk -produk NTT Mart by OSOP SMKN 2 Kota Kupang

Kupang, NTTPedia.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mewujudkan program Dasa Cita Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma melalui hilirisasi program One School One Product (OSOP) di lingkungan sekolah.

 

Langkah konkret tersebut ditandai dengan peresmian NTT Mart by OSOP dan Dapur Flobamorata. Ini merupakan dua fasilitas yang dirancang sebagai pusat pemasaran produk kreatif siswa sekaligus laboratorium kewirausahaan di sekolah vokasi.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo mengatakan pendidikan saat ini tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang kuat secara teori. Sekolah juga dituntut mampu mencetak generasi yang tangguh secara mental serta mandiri secara ekonomi.

 

” Melalui program OSOP, sekolah didorong untuk bertransformasi menjadi unit produksi yang produktif bukan sekadar tempat belajar yang bersifat konsumtif. Program OSOP bukan sekadar slogan. Ini merupakan gerakan revolusi mental untuk mengubah sekolah dari pusat konsumsi menjadi pusat produksi, ” kata Ambros di hadapan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma dalam momentum peresmian NTT Mart by OSOP di kompleks SMKN 2 Kota Kupang, Rabu, 11/03/2026.

Melki Laka Lena ketika meninjau produk produk NTT Mart by OSOP SMKN 2 Kupang

Ambros mengatakan sebagai bentuk hilirisasi dari program tersebut, Dinas Pendidikan NTT menghadirkan NTT Mart sebagai pusat pemasaran produk kreatif yang dihasilkan siswa SMA, SMK, dan SLB. Selama ini kata Ambros berbagai produk hasil praktik siswa sering kali hanya berhenti pada tahap produksi tanpa memiliki ruang pemasaran yang memadai. Melalui NTT Mart, produk-produk tersebut kini memiliki wadah promosi dan penjualan yang lebih terorganisir.

 

Ambros menjelaskan lebih lanjut Dapur Flobamorata dikembangkan sebagai pusat inovasi kuliner berbasis pangan lokal NTT. Program ini memanfaatkan potensi besar sekolah, khususnya SMK jurusan Tata Boga, dalam mengolah kekayaan pangan lokal menjadi produk kuliner bernilai ekonomi.

 

” Produk yang dipasarkan melalui Dapur Flobamorata mencakup berbagai minuman tradisional seperti kopi, cokelat, serta minuman herbal yang dikelola secara higienis. Selain itu, tersedia pula menu khas daerah yang siap disajikan, seperti se’i, jagung bose, serta berbagai olahan pangan lokal lainnya, ” kata Ambros.

 

Semua produk yang dipasarkan melalui fasilitas tersebut diwajibkan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ketat.

Dapur Flobamora di SMKN 3 Kupang

Dijelaskannya selain menjadi pusat pemasaran produk sekolah, NTT Mart dan Dapur Flobamorata juga dirancang sebagai laboratorium kewirausahaan bagi para siswa. Di tempat ini ujarnya siswa akan belajar secara langsung mengenai manajemen ritel modern, strategi pemasaran digital, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan keuangan usaha.

 

” Melalui pendekatan ini, Dinas Pendidikan NTT berharap lulusan sekolah di daerah tersebut tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja baru di daerahnya masing-masing, ” kata Ambros.

Program ini kata Ambros juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal non-beras dan non-gandum seperti kelor, sorgum, dan jagung, yang selama ini menjadi potensi besar di wilayah NTT.

Sementara itu Melki Laka Lena memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT bersama satuan satuan Pendidikan yang sudah mengimplementasikan hilirisasi di lingkungan sekolah melalui program One School One Product.

“Ini momentum bagi kita untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar. Kita harus mulai memproduksi, membeli, dan mengonsumsi produk yang dihasilkan sendiri,” tegas Melki.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi kunci penting untuk memperkuat ekonomi daerah. Ia menilai, selama ini masyarakat masih lebih banyak mengonsumsi produk olahan dari luar dibanding mengembangkan hasil produksi lokal.

Melki bahkan mencontohkan fenomena sederhana yang sering terjadi di pasar-pasar tradisional di NTT.

“Sering kita lihat orang menjual ayam di pasar, tetapi pulang membeli ayam goreng siap saji. Ini menggambarkan bahwa kita masih lebih banyak mengonsumsi daripada memproduksi,” ujarnya.

Melki menilai kehadiran NTT Mart menjadi wadah strategis untuk mempromosikan sekaligus memasarkan berbagai produk lokal yang dihasilkan masyarakat maupun lembaga pendidikan, termasuk sekolah-sekolah kejuruan.

Selain memperkuat produksi lokal, langkah tersebut juga diyakini mampu membantu menekan inflasi daerah serta menjaga agar perputaran uang tetap berada di dalam wilayah NTT.

“Kalau kita bisa memproduksi sendiri, uang yang seharusnya keluar dari daerah bisa berputar di NTT,” tambahnya.(AP)

Berita Terkait

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Hardiknas 2026 Dipusatkan di Fatukoa, Wali Kota Kupang Soroti Momentum Kunjungan Menteri
Kepatuhan Pajak Jadi Sorotan, Wali Kota Kupang Minta ASN Jadi Teladan
Donasi dan Rumah Singgah, Keluarga NTL : Terima Kasih Pak Gubernur
Didukung Gubernur NTT, Donasi Rp19,25 Juta untuk NTL Terkumpul, Diserahkan Oleh Cabang Dinas Pendidikan
Pererat Sinergi, Kapolda NTT Ajak Media Angkat Potensi Wisata Gua Kristal
Lantik 170 Pejabat, Wali Kota Kupang Dorong Birokrasi Inovatif dan Solid
Polisi Evakuasi Jenazah dari Ambulans Terjebak Banjir di Malaka

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:47 WIB

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kamis, 30 April 2026 - 16:13 WIB

Hardiknas 2026 Dipusatkan di Fatukoa, Wali Kota Kupang Soroti Momentum Kunjungan Menteri

Kamis, 30 April 2026 - 16:02 WIB

Kepatuhan Pajak Jadi Sorotan, Wali Kota Kupang Minta ASN Jadi Teladan

Rabu, 29 April 2026 - 17:07 WIB

Didukung Gubernur NTT, Donasi Rp19,25 Juta untuk NTL Terkumpul, Diserahkan Oleh Cabang Dinas Pendidikan

Rabu, 29 April 2026 - 17:05 WIB

Pererat Sinergi, Kapolda NTT Ajak Media Angkat Potensi Wisata Gua Kristal

Berita Terbaru

Berita

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:47 WIB