Kupang, NTTPedia.id,- PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026 setelah dipercaya pemerintah sebagai lembaga penyalur program pembiayaan bersubsidi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada tahun ini, Bank NTT memperoleh alokasi KUR sebesar Rp350 miliar yang ditargetkan menjangkau sekitar 3.450 debitur baru di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur.
Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, mengatakan penyaluran KUR telah mulai berjalan setelah skema pembiayaan dan petunjuk teknis disosialisasikan kepada seluruh jaringan kantor Bank NTT.
“Masyarakat di 22 kabupaten dan kota di NTT sudah dapat mengajukan KUR melalui kantor-kantor Bank NTT sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Aloysius, Kamis (17/6/2026).
Kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR membuka kembali akses pembiayaan berbunga rendah bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal kerja maupun investasi untuk mengembangkan usahanya.
Dana KUR tersebut dialokasikan untuk beberapa skema pembiayaan, yakni KUR Mikro, KUR Kecil, serta KUR bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur.
Bagi daerah yang perekonomiannya masih bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, dan industri rumah tangga, ketersediaan pembiayaan produktif dinilai menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui KUR, pelaku UMKM dapat memperoleh tambahan modal kerja untuk membeli peralatan produksi, pengadaan bahan baku, memperluas jaringan pemasaran, hingga meningkatkan kapasitas produksi.
Di sektor pertanian, pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk pengadaan benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Sementara peternak dapat menambah populasi ternak, nelayan meningkatkan sarana penangkapan ikan, dan pelaku industri rumahan mengembangkan kualitas maupun volume produksi.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, sebelumnya menegaskan bahwa KUR tidak sekadar menjadi fasilitas pembiayaan, tetapi merupakan instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat agar pelaku UMKM mampu berkembang dan pada akhirnya naik kelas hingga dapat mengakses kredit komersial secara mandiri.
Menurutnya, KUR diharapkan menjadi pendorong bagi usaha kecil untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga menaruh harapan besar terhadap penyaluran KUR melalui Bank NTT. Selain memperluas akses permodalan, program ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi UMKM, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya literasi keuangan, hingga minimnya pendampingan usaha.
Bank NTT optimistis penyaluran KUR yang tepat sasaran akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah. Berkembangnya UMKM diyakini akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru, meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat lokal, serta memperkuat daya beli masyarakat.
Mulai dari usaha tenun ikat, pertanian, peternakan, perikanan, industri pangan lokal, perdagangan, hingga usaha digital, seluruhnya memiliki peluang berkembang melalui dukungan pembiayaan yang mudah diakses dan terjangkau.
Melalui penyaluran KUR, Bank NTT menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra pembangunan daerah dengan memperkuat sektor UMKM sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.(AP)







