Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Serena Francis di hadapan Duta Besar Australia Untuk Indonesia, Rod Brazier, saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Review Capaian Program Zero-Dose & Penguatan Implementasi Program Integrasi Kesejahteraan Anak di Kota Kupang, Kamis (30/7/2026).
Menurut Serena, program tersebut di antaranya implementasi Program Kesejahteraan Anak Terpadu, penyelenggaraan SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang digelar setiap hari Sabtu dan Minggu, serta program penyediaan pembalut wanita gratis bagi perempuan dan anak perempuan di Kota Kupang.
Dijelaskannya, gagasan penyelenggaraan Saboak muncul setelah melakukan kunjungan ke Sydney, Australia, tahun lalu.
Dari kunjungan tersebut, Serena melihat bagaimana pasar akhir pekan di Australia mampu menjadi ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku usaha lokal.
Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga menghadirkan program penyediaan pembalut wanita bagi perempuan dan anak perempuan.
Program yang diinisiasi Wakil Walikota Serena Francis itu lahir dari kepedulian terhadap masih adanya masyarakat yang tidak mampu membeli pembalut karena keterbatasan ekonomi.
Inisiatif tersebut juga didasarkan pada berbagai referensi yang dipelajari Serena, termasuk jurnal yang menjelaskan bahwa Australia telah lebih dahulu menerapkan kebijakan untuk membantu perempuan memperoleh akses terhadap pembalut wanita.
“Melalui berbagai program yang terinspirasi dari praktik baik di Australia tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat perekonomian lokal, serta memastikan kebutuhan dasar perempuan dan anak perempuan dapat terpenuhi secara lebih baik,” tutup Serena.







