Larantuka, NTTPedia.id,– Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang berhasil menghadirkan terobosan melalui pembangunan ekosistem digital desa di Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Inovasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen, saat acara pelepasan peserta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Skema Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), Selasa, 04/08/2026.
Program yang dijalankan selama dua bulan itu tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi juga memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi era digital. Mahasiswa membangun website desa, mengembangkan media sosial resmi pemerintah desa, serta memberikan pelatihan pengelolaan konten dan pemasaran digital kepada perangkat desa.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Doni Dihen dalam acara pelepasan mahasiswa MBKM Skema KKNT yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan diawali dengan pemaparan hasil pelaksanaan KKN oleh perwakilan dosen Unwira Kupang. Program MBKM Skema KKNT ini berada di bawah koordinasi Veronika Boleng Kelen, S.AP., M.AP., yang mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tujuh desa di Kecamatan Lewolema.
Dalam sambutannya, Bupati Doni Dihen menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata yang diberikan mahasiswa kepada pemerintah desa.
” Saya berterima kasih kepada mahasiswa yang sudah membantu desa,” ujar Doni Dihen.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah pembuatan website resmi Desa Painapang. Sebelum program KKN berlangsung, desa tersebut belum memiliki website maupun media sosial resmi sebagai sarana pelayanan informasi kepada masyarakat.
Mahasiswi MBKM Skema KKNT Unwira, Rena Panggabean, menjelaskan website tersebut dibangun melalui kolaborasi mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, dan Ilmu Administrasi.
” Sebelumnya di Desa Painapang belum ada website dan media sosial. Saya berkolaborasi dengan teman-teman di kelompok KKN Desa Painapang untuk membuat website agar dapat mempermudah akses informasi desa secara online,” jelas Rena.
Tak hanya membangun website, mahasiswa juga melatih perangkat desa mengelola konten digital, memanfaatkan media sosial sebagai kanal informasi publik, serta memperkenalkan strategi pemasaran digital untuk mendukung promosi potensi desa. Langkah ini menjadi fondasi terbentuknya ekosistem digital desa yang diharapkan terus berkembang setelah program KKN berakhir.
Doni Dihen bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Flores Timur bahkan mengakses langsung website Desa Painapang untuk melihat tampilan dan fitur yang telah dikembangkan mahasiswa.
” Sekali lagi terima kasih dan apresiasi tinggi buat mahasiswa/mahasiswi MBKM Unwira Kupang,” kata Doni Dihen.
Meski memberikan apresiasi, Doni Dihen menegaskan keberlanjutan program menjadi hal yang tidak kalah penting. Ia berharap mahasiswa turut memastikan perangkat desa memiliki kemampuan mengelola website secara mandiri agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
” Perlu adanya pendampingan bagi website desa ini,” kata Doni Dihen.
Acara pelepasan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Diskusi antara pemerintah daerah, dosen pendamping, dan mahasiswa menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi atas berbagai capaian selama dua bulan pengabdian.(AP)







