SPK Tawarkan Jalan Keluar Efisiensi Anggaran, Fokus Pangan dan Air untuk Bangun Kemandirian NTT

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Simon Petrus Kamlasi (SPK) menilai Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu mengubah paradigma pembangunan dari proyek-proyek yang menguras anggaran menjadi program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi momentum untuk memprioritaskan sektor-sektor yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat.

 

SPK yang saat ini merupakan Tenaga Ahli Kemenko Pangan Ri mengatakan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air merupakan dua sektor strategis yang tidak boleh terdampak oleh kebijakan efisiensi. Sebab, kedua sektor tersebut memiliki efek berganda terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, hingga pengendalian kemiskinan.

 

” Intinya, kita harus memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap komoditas unggulan masyarakat NTT. Jika pangan rakyat diurus dengan serius, maka rakyat akan semakin sejahtera,” ujar SPK di Kupang, Kamis, 06/08/2026.

 

Menurut Wakil Ketua DPP PAN itu, pemerintah perlu memastikan setiap rupiah anggaran yang tersedia digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Belanja daerah, kata dia, harus diarahkan pada program-program produktif yang mendorong peningkatan hasil pertanian, peternakan, dan sektor pangan lainnya yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat NTT.

 

Selain pangan, SPK menekankan pengelolaan sumber daya air harus menjadi prioritas pembangunan. Ia menilai air merupakan fondasi utama bagi keberhasilan sektor pertanian, peternakan, serta pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

 

” Apabila sumber air diurus dengan benar dan berkelanjutan, maka ketersediaan air bersih maupun irigasi akan terjamin. Masyarakat dapat hidup berkelimpahan di tanahnya sendiri tanpa harus bergantung pada bantuan pemerintah,” kata SPK.

 

SPK mengatakan, pembangunan embung, jaringan irigasi, konservasi sumber mata air, serta pengelolaan daerah tangkapan air harus terus diperkuat agar mampu menopang produktivitas masyarakat dalam jangka panjang.

 

Ia optimistis, jika efisiensi anggaran dibarengi dengan penetapan skala prioritas yang tepat, NTT tidak hanya mampu menghadapi keterbatasan fiskal, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

 

” Kalau pangan kuat dan air terjamin, masyarakat akan lebih mandiri, ekonomi rakyat bergerak, dan kesejahteraan akan tumbuh dari desa-desa. Itulah arah pembangunan NTT yang harus menjadi prioritas,” jelas SPK.(AP)

Berita Terkait

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik
Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT
Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan
Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan
31 Atlet Kempo Kota Kupang Dilepas ke Badung, Wali Kota Pesan Tampil dengan Mental Petarung
Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan

Berita Terbaru