Kupang, NTTPedia.id,- Tercatat 69 orang meninggal dunia dan 331 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Dilaporkan juga ada 34.689 Orang saat ini berada di lokasi pengungsian.
Data tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Provinsi NTT yang diperbarui Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA. Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD NTT, Mahadin Sibarani, kepada Gubernur NTT.
Dalam laporan yang diterima NTTPedia.id, korban meninggal dunia tercatat di tujuh kabupaten. Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 26 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 25 orang.
Selanjutnya, Nagekeo mencatat delapan orang meninggal dunia, Sikka empat orang, serta Manggarai Barat, Ende dan Ngada masing-masing dua orang. Sementara korban meninggal di Sumba Timur masih dalam pendataan.
Untuk korban luka, Manggarai mencatat 119 orang, Manggarai Timur 84 orang, Sikka 37 orang, Ngada 34 orang, Nagekeo 22 orang, Manggarai Barat 21 orang dan Ende 14 orang. Jumlah tersebut belum termasuk korban luka di Sumba Timur yang masih dalam pendataan.
Selain korban jiwa, gempa menyebabkan kerusakan besar terhadap rumah warga, fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan.
Di Manggarai tercatat 1.983 rumah, 104 sekolah dan 39 fasilitas kesehatan terdampak. Manggarai Barat mencatat 3.493 rumah, 35 sekolah dan 15 fasilitas kesehatan.
Kerusakan terbesar tercatat di Manggarai Timur dengan 7.480 rumah, 265 sekolah dan 24 puskesmas terdampak. Di Ende terdapat 951 rumah, 71 sekolah dan 28 fasilitas kesehatan terdampak.
Sementara di Sikka tercatat 227 rumah, 11 fasilitas pendidikan dan 10 fasilitas kesehatan terdampak. Ngada tercatat 2.839 rumah, 86 satuan pendidikan dan 42 fasilitas kesehatan. Sedangkan Nagekeo tercatat 2.862 rumah, 85 satuan pendidikan dan delapan fasilitas kesehatan terdampak.
Jumlah warga yang mengungsi juga cukup besar. BPBD NTT mencatat 6.487 pengungsi di Manggarai, 15.567 orang di Manggarai Timur, 5.081 orang di Sikka dan 6.221 orang di Nagekeo.
Di Ngada, sebanyak 1.333 orang tercatat mengungsi di lokasi terpusat, sementara 640 kepala keluarga lainnya mengungsi secara mandiri.
Di Manggarai Timur, dari total 15.567 pengungsi, sebanyak 1.010 orang berada di posko BPBD dan 14.557 orang lainnya berada di posko mandiri.
Dalam laporan yang disampaikan Mahadin Sibarani tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga telah menetapkan status tanggap darurat provinsi dan melakukan sejumlah dukungan penanganan bencana.
Dukungan tersebut antara lain berupa distribusi beras, terpal, tikar, kasur lipat, kendaraan serta aktivasi BTS dan jaringan internet untuk mendukung komunikasi di wilayah terdampak.(AP)







