Betun, NTTPedia.id,- Implementasi Gerakan Jam Belajar Masyarakat mulai dilakukan di pelosok Kabupaten Malaka, NTTmelalui keterlibatan komunitas literasi Kuli Batulis dan aktivis GMNI yang baru saja menyelesaikan studi di Universitas Timor (U nomor) Timor Tengah Utara (TTU)
Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Kotakkakeu, Desa Wemeda, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, sebagai bagian dari tindak lanjut Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.
Anggota Komunitas Literasi Kuli Batulis dan alumnus Unimor, Fulgentina Mau, mengatakan kegiatan perdana diikuti sekitar 15 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SDK Seon. Para siswa mengikuti kegiatan belajar selama 1,5 jam setiap malam, mulai pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Jam belajar bersama siswa ini rutin dilaksanakan setiap minggu.
” Kami mengarahkan anak-anak untuk menggunakan waktu ini untuk belajar membaca, menulis, berhitung dan mengulang kembali pelajaran dari sekolah,” ujar Fulgentina.
Menurutnya antusiasme para siswa terlihat sejak kegiatan pertama dilaksanakan. Bahkan sejumlah anak meminta agar waktu belajar tidak hanya berlangsung selama 1,5 jam.
Fulgentina mengatakan, dirinya juga memberikan motivasi kepada para siswa dengan menyampaikan bahwa jika mereka rajin belajar, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bisa datang berkunjung.
” Mereka sangat antusias. Saya kasih tahu mereka, kalau kalian belajar rajin, Pak Gubernur ke sini. Mereka langsung tanya, mana Pak Gubernurnya,” kata Fulgentina.
Semangat belajar para siswa juga terlihat dari kebiasaan mereka saling membantu. Siswa kelas 5 dan 6 yang sudah mampu membaca ikut mengajari siswa kelas bawah.
” Mereka juga punya semangat saling membantu. Yang kelas 6 dan kelas 5 yang sudah tahu baca, mereka saling mengajarkan,” demikian Fulgentina menjelaskan.
Menurut Fulgentina, gerakan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi waktu anak bermain atau menggunakan HP tetapi juga membangun kebiasaan belajar dengan melibatkan orang tua dan masyarakat.
Implementasi Gerakan Jam Belajar Masyarakat di Malaka tersebut menjadi bagian dari perhatian Komunitas Literasi Kuli Batulis terhadap penguatan ekosistem pendidikan di tingkat masyarakat.
Sebelumnya, Komunitas Literasi Kuli Batulis telah beraudiensi dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membahas kolaborasi dalam memperkuat ekosistem implementasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.

Ketua Komunitas Literasi Kuli Batulis, Emanuel Kolfidus, mengatakan keterlibatan komunitas diperlukan agar kebijakan tersebut dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.
” Kita ingin jam belajar ini tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi bisa diimplementasikan bersama-sama dengan melibatkan komunitas, pemuda, orang tua dan masyarakat,” kata Emanuel yang merupakan penulis buku Buah Pikir Bung Karno dan beberapa buku lainnya.
Ia menilai gerakan yang dimulai dari lingkungan kecil seperti dusun dapat menjadi fondasi untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan.
Sekretaris komunitas Literasi Kuli Batulis, Andyos Manu mengatakan sesuai roadmap yang sudah dipresentasikan didepan Gubenur NTT, Komunitas ini akan berkolaborasi dengan semua stakeholder termasuk para tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa hingga para pengurus RT dan RW.
Untuk diketahui komunitas Kuli Batulis ini merupakan kumpulan para penulis buku dan jurnalis.(AP)







