Paripurna DPRD NTT Bahas Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Paripurna ke-84 dengan agenda penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Selasa (18/8/2026).

 

Rapat paripurna tersebut diikuti Gubernur NTT Melki Laka Lena secara virtual melalui Zoom.

 

Melki mengikuti rapat dari Flores di tengah agenda pemerintah memantau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa. Ia tidak dapat hadir secara langsung di ruang rapat DPRD NTT karena terkendala penerbangan menuju Kupang.

 

Dalam kesempatan tersebut, Melki menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan dan anggota DPRD NTT karena tidak dapat menghadiri rapat secara langsung.

 

Ia menjelaskan, sejak sekitar pukul 16.00 WITA dirinya telah menunggu penerbangan Wings Air menuju Kupang. Namun, penerbangan mengalami beberapa kali penundaan sehingga dirinya tidak dapat tiba sesuai jadwal.

 

Pemerintah Provinsi NTT juga telah berupaya mencari alternatif penerbangan lain. Namun, pilihan tersebut tidak memungkinkan karena sejumlah kendala.

 

Meski demikian, Melki tetap mengikuti agenda Paripurna DPRD NTT secara virtual. Kehadirannya melalui Zoom memastikan komunikasi antara pemerintah provinsi dan DPRD tetap berjalan dalam pembahasan agenda perubahan anggaran daerah.

 

Melki dalam rapat tersebut juga menyampaikan perkembangan penanganan masyarakat terdampak gempa di Flores.

 

Ia mengatakan, keberadaannya di Flores berkaitan dengan upaya pemerintah memantau langsung kondisi masyarakat di sejumlah lokasi pengungsian.

 

Gubernur bersama jajaran pemerintah turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta memastikan bantuan dan penanganan berjalan.

 

Salah satu lokasi yang dikunjungi memiliki jumlah pengungsi sekitar 1.500 orang.

 

Menurut Melki, kehadiran pemerintah secara langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi masyarakat dan memastikan kebutuhan warga dapat segera direspons.

 

Selain memantau lokasi pengungsian, Pemerintah Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat dalam penanganan dampak gempa.

 

Sejumlah wilayah menjadi perhatian pemerintah, termasuk Manggarai Timur dan daerah lainnya yang terdampak.

 

Rapat Paripurna ke-84 DPRD NTT menjadi bagian dari agenda kelembagaan DPRD dalam menjalankan pembahasan anggaran daerah Tahun Anggaran 2026.

 

Penyampaian Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS merupakan tahapan penting dalam proses perubahan anggaran daerah.

 

Di tengah berbagai kondisi yang dihadapi pemerintah daerah, agenda DPRD tersebut tetap berjalan. Pemerintah provinsi juga memastikan pembahasan bersama DPRD dapat terus dilaksanakan.

 

Melki mengatakan, selain penanganan di lapangan, pemerintah provinsi tetap menjalankan koordinasi internal bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

 

Rapat-rapat khusus bersama pimpinan OPD dilakukan hingga malam hari untuk membagi tugas dan memastikan penanganan masyarakat berjalan.

 

“Kami memastikan bahwa kami juga bekerja malam ini. Rapat-rapat khusus sampai jam 12 malam bersama semua pimpinan OPD untuk seluruh tim. Kita berbagi tugas,” ujar Melki.

 

Ia menegaskan pemerintah provinsi terus bekerja bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten dalam menangani kondisi masyarakat di Flores.

 

Rapat Paripurna DPRD NTT ke-84 kemudian tetap berlangsung dengan agenda penyampaian Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.

 

Agenda tersebut menjadi bagian dari proses pembahasan perubahan anggaran daerah antara Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT.

Berita Terkait

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik
Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT
Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan
Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan
31 Atlet Kempo Kota Kupang Dilepas ke Badung, Wali Kota Pesan Tampil dengan Mental Petarung
Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan

Berita Terbaru