Bank NTT Bahas Relaksasi Kredit bagi Debitur dan UMKM Terdampak Gempa Flores

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Bank NTT mulai membahas kemungkinan pemberian relaksasi pembayaran kredit bagi debitur dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan opsi relaksasi pembayaran pinjaman telah dibahas dalam rapat direksi. Namun, hingga kini belum ada keputusan mengenai bentuk konkret kebijakan yang akan diberikan kepada nasabah terdampak bencana.

” Memang ada dalam pembahasan dalam rapat direksi tentang relaksasi pembayaran pinjaman, tetapi kami belum sampai ke bentuk konkretnya seperti apa,” kata Charlie Paulus kepada NTTPedia.id, Rabu, 19/08/2026 melalui layanan pesan whatsapp.

Ia menjelaskan, Bank NTT masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data dan melakukan analisis terkait dampak gempa terhadap kondisi debitur dan pelaku UMKM yang memiliki kredit di Bank NTT.

Menurut Charlie, pendataan dan analisis tersebut penting dilakukan agar kebijakan yang nantinya diambil dapat disesuaikan dengan kondisi nasabah yang terdampak.

” Karena kita butuh waktu untuk mengumpulkan data dan melakukan analisa tentang hal ini,” kata Charlie.

Chaelie menjelaskan pihaknya saat ini masih berfokus pada pemulihan pelayanan dan operasional kantor-kantor yang terdampak bencana.

Charlie mengatakan pemulihan layanan perbankan menjadi prioritas agar masyarakat tetap dapat memperoleh akses pelayanan setelah sejumlah wilayah Flores terdampak gempa.

” Sekarang ini manajemen masih berfokus untuk memperbaiki aspek pelayanan dan operasional kantor-kantor yang terkena dampak bencana agar pelayanan dapat pulih segera,” katanya.

Pembahasan relaksasi kredit tersebut menjadi perhatian karena gempa bumi magnitudo 7,7 tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Flores.

Data Pusdalops BPBD Provinsi NTT per Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA mencatat gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores menyebabkan 70 orang meninggal dunia, 384 orang mengalami luka-luka, 48.922 jiwa mengungsi, dan 22.469 rumah mengalami kerusakan. Kerusakan serius juga terjadi pada fasilitas kesehatan, sekolah, rumah ibadah dan infrastruktur jalan.(AP)

 

Berita Terkait

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Berita Terbaru