Relawan YNS Sasar Desa Terisolasi di Pantura Flores, Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa Flores

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mbay, NTTPedia.id,- Tim relawan Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) bergerak menyisir sejumlah wilayah pesisir pantai utara (Pantura) yang terisolasi di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pergerakan tersebut dilakukan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa bumi Flores, terutama warga yang berada di titik-titik pengungsian dengan akses yang sulit.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung Vincent Mone selaku Kepala Tim Tanggap Bencana Gempa Flores Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera.

Vincent mengatakan, medan dan akses menuju sejumlah desa di wilayah Pantura Flores menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya tim untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan.

” Para relawan YNS akan bergerak menyisir kawasan Pantura di Kabupaten Manggarai Timur hingga Ngada di wilayah Pantura. Posisi malam ini kami masih di rest area, Aegela, Kabupaten Nagekeo. Malam ini juga saya bersama relawan akan melanjutkan perjalanan ke Manggarai Timur dan besok paginya kami akan bergerak, kata Vincent Mone yang dihubungi melalui saluran telepon, Kamis, 20/08/2026.

” Bantuan ini disalurkan langsung ke titik-titik pengungsian di desa-desa terisolasi agar warga segera mendapatkan pasokan sembako dan kebutuhan darurat lainnya,” ujarnya lagi.

Berdasarkan data lapangan yang dihimpun tim relawan YNS, terdapat sejumlah titik pengungsian yang menjadi sasaran distribusi bantuan di dua kabupaten tersebut.

Di Kabupaten Ngada, tim mendata titik pengungsian di Kecamatan Riung, masing-masing di Desa Sambi Nasi Barat dan Desa Tadho Timur.

Di Desa Sambi Nasi Barat tercatat sebanyak 32 posko pengungsian. Sementara di Desa Tadho Timur terdata delapan posko yang menampung sebanyak 185 jiwa.

Pergerakan relawan kemudian menyasar wilayah Kabupaten Manggarai Timur, khususnya Kecamatan Sambi Rampas dan Kecamatan Elar.

Di Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, tercatat sebanyak 65 posko pengungsian. Sedangkan di Desa Nampar Sepang terdapat 18 posko. Setiap posko di desa tersebut dihuni sekitar 10 hingga 20 kepala keluarga (KK).

Untuk Desa Nampar Sepang, kebutuhan yang dinilai sangat mendesak adalah sembako dan obat-obatan.

Sementara itu, di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, terdapat 20 posko pengungsian yang masuk dalam target penerima paket bantuan.

Vincent mengatakan, pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan sasaran penyaluran bantuan, terutama ke wilayah yang memiliki banyak titik pengungsian dan membutuhkan dukungan logistik.

” Beberapa titik pengungsian memang membutuhkan perhatian sangat mendesak. Kami akan terus berupaya menjangkau warga terdampak, khususnya mereka yang berada di wilayah dengan akses sulit,” katanya.

Ia menegaskan, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief selaku founder YNS berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak gempa di Flores.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak gempa di Pantura Flores. Sinergi dan penyaluran bantuan langsung ke posko-posko ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di lokasi pengungsian,” pungkas Vincent Mone.

Tim kemanusian YNS kata Vincent terbagi dalam dua tim. Tim 1 bergerak kearah Pantura Flores dan Tim 2 bergerak ke Nagekeo dan hingga ke Kabupaten Manggarai untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan. Tim kemanusiaan YNS kata Vincent tidak hanya menyalurkan bantuan tetapi juga untuk melakukan identifikasi kebutuhan riil yang dibutuh para penyintas gempa Flores. (AP)

 

Berita Terkait

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT
Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Berita Terbaru