Kupang, NTTPedia.id – Komisaris Utama PT TASPEN (Persero), Fary Djemy Francis, bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran keduanya menjadi bagian dari respons cepat terhadap kondisi masyarakat pascabencana, khususnya warga Kabupaten Ngada dan sejumlah wilayah terdampak lainnya yang membutuhkan dukungan kebutuhan dasar selama berada di lokasi pengungsian.
Melalui TASPEN, bantuan kemanusiaan senilai total Rp155 juta disalurkan untuk masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut terdiri atas 400 paket sembako, tujuh unit genset, 25 unit terpal, serta dukungan obat-obatan untuk membantu kebutuhan kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Fary Francis mengatakan, TASPEN bergerak segera setelah bencana terjadi sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat NTT.
“TASPEN Group turut berduka cita atas bencana yang terjadi dan dampaknya bagi masyarakat NTT. Kami ingin memastikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat dapat segera sampai dan membantu meringankan beban mereka,” ujar Fary.
Bantuan TASPEN pada awalnya direncanakan untuk diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Ngada. Namun, terjadinya gempa susulan membuat mekanisme penyaluran harus disesuaikan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.
Karena itu, sebagian bantuan diserahkan melalui koordinasi di Pemerintah Kota Kupang, sementara TASPEN Kantor Cabang Ende telah lebih dahulu bergerak menuju Kabupaten Ngada untuk menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat di sejumlah lokasi pengungsian.
Dalam penyaluran bantuan di Kupang, Fary hadir bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis untuk memastikan respons kemanusiaan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Fary, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi cepat antara pemerintah daerah, BUMN, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah bergerak bersama. Masyarakat membutuhkan bantuan pangan, tempat berlindung, listrik, layanan kesehatan, dan kepastian bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” kata Fary.
400 Paket Sembako hingga Genset untuk Pengungsian
Bantuan yang disiapkan TASPEN diarahkan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak masyarakat di lokasi pengungsian.
Sebanyak tujuh unit genset senilai Rp70 juta disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Selain itu, 25 unit terpal senilai Rp25 juta diberikan untuk mendukung kebutuhan perlindungan dan tempat tinggal sementara.
TASPEN juga menyediakan 400 paket sembako senilai Rp60 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat terdampak.
Tidak hanya bantuan logistik, obat-obatan turut disiapkan untuk membantu penanganan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan pascabencana.
Serena Francis Dorong Kolaborasi untuk Pemulihan Masyarakat
Sebagai Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis turut mendampingi proses penyaluran bantuan serta koordinasi antara TASPEN, Pemerintah Kota Kupang, dan elemen masyarakat NTT.
Keterlibatan Pemerintah Kota Kupang menjadi penting karena Kota Kupang turut menjadi salah satu titik koordinasi bantuan sebelum dukungan diteruskan menuju masyarakat di wilayah yang mengalami dampak lebih besar.
Respons kemanusiaan tersebut juga diperkuat melalui Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Nusa Tenggara Timur (GEKRAFS NTT).
TASPEN menyerahkan dukungan kepada GEKRAFS NTT yang selanjutnya digunakan untuk membantu pengerahan tenaga kesehatan menuju lokasi terdampak gempa. Serena Francis juga menjabat sebagai Ketua DPW GEKRAFS NTT.
Langkah tersebut memperluas fokus bantuan, dari pemenuhan kebutuhan logistik menuju dukungan kesehatan dan pemulihan masyarakat.
TASPEN Pastikan Pelayanan Peserta Tetap Berjalan
Selain memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat umum, TASPEN juga memberikan perhatian terhadap peserta aktif maupun pensiunan yang berada di daerah terdampak.
Tercatat sekitar 90.110 peserta aktif dan pensiunan TASPEN berada di wilayah terdampak. TASPEN memastikan pelayanan, perlindungan, dan pemenuhan manfaat kepada peserta tetap berjalan meskipun dalam situasi bencana.
Fary menegaskan, kehadiran TASPEN tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan sesaat, tetapi juga melalui keberlanjutan pelayanan kepada peserta serta dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat.
“Kami ingin TASPEN benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan. Bukan hanya sebagai institusi yang memberikan pelayanan kepada peserta, tetapi juga sebagai bagian dari Indonesia yang memiliki tanggung jawab sosial untuk saling membantu ketika terjadi bencana,” ujar Fary.
Kolaborasi TASPEN, Pemerintah Kota Kupang, GEKRAFS NTT, serta berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat penanganan kebutuhan mendesak sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa.







