Borong, NTTPedia.id,- Di tengah keterbatasan bahan bakar dan rusaknya akses jalan pascagempa Flores, Ambulans Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) bergerak cepat membantu proses evakuasi seorang ibu hamil dari camp pengungsian di Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, menuju Puskesmas Pota.
Evakuasi dilakukan setelah ambulans Puskesmas Pota tidak dapat beroperasi karena kehabisan bahan bakar. Kondisi tersebut menjadi persoalan serius di wilayah Sambi Rampas, mengingat stok BBM juga sulit diperoleh akibat akses jalan yang mengalami kerusakan parah di kawasan Dampek.
Kerusakan jalan membuat kendaraan pengangkut BBM, termasuk kendaraan Pertamina, kesulitan menjangkau wilayah tersebut. Akibatnya, stok bahan bakar di sejumlah desa di Kecamatan Sambi Rampas semakin terbatas, sementara kebutuhan kendaraan untuk pelayanan kesehatan dan evakuasi warga tetap mendesak.
Dalam kondisi tersebut, Ambulans YNS menjadi salah satu kendaraan yang dapat diandalkan untuk membantu pelayanan kemanusiaan, khususnya ketika warga membutuhkan penanganan medis dan evakuasi.
Kepala Tim Tanggap Bencana Gempa Flores Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera, Vincent Mone, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara cepat setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi ibu hamil yang berada di camp pengungsian.
Menurut Vincent, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pota turut bergerak langsung menggunakan Ambulans YNS untuk menjemput dan mengevakuasi ibu hamil tersebut dari Desa Nanga Mbaur menuju Puskesmas Pota.
” Pagi ini ambulans di Puskesmas Pota kehabisan bahan bakar. Di sini stok BBM memang tidak ada karena akses jalan yang sangat rusak parah di Dampek. Kendaraan Pertamina tidak bisa masuk, sehingga kendaraan yang ada di beberapa desa di Sambi Rampas juga kosong BBM,” jelas Vincent melalui saluran telepon, Jumat, 21/08/2026.
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat Ambulans YNS menjadi salah satu solusi untuk memastikan kebutuhan evakuasi medis tetap dapat dilakukan.
” Solusinya saat ini hanya Ambulans YNS. Karena itu, ketika ada ibu hamil yang membutuhkan evakuasi dari camp pengungsian, kami bergerak cepat bersama tenaga kesehatan Puskesmas Pota,” ujarnya.
Evakuasi ibu hamil menjadi perhatian khusus dalam situasi bencana. Selain kondisi akses yang sulit, keterbatasan BBM dapat menghambat mobilitas kendaraan kesehatan ketika warga membutuhkan pertolongan segera.
Vincent menegaskan, Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera akan terus berupaya mendukung kebutuhan kemanusiaan masyarakat terdampak gempa, terutama dalam situasi ketika fasilitas dan akses transportasi menghadapi keterbatasan.
” Dalam situasi seperti ini, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti. Meskipun akses jalan rusak parah dan ketersediaan BBM sangat terbatas, kami tetap berupaya agar warga yang membutuhkan pertolongan, termasuk ibu hamil, dapat segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis,” ujar Vincent Mone.







