Land4Lives Tutup Kegiatan di NTT, Capaian Diserahkan kepada Pemerintah Daerah

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 17:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – Proyek riset-aksi Land4Lives resmi mengakhiri kegiatannya di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dialog Multipihak dan Penutupan Kegiatan Land4Lives di Kupang, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang digelar ICRAF Indonesia, yang kini menggunakan nama operasional Landscape Alliance, bersama Pemerintah Provinsi NTT tersebut menjadi momentum penyerahan capaian program kepada pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat.

Land4Lives atau Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia merupakan proyek kerja sama yang berlangsung sejak 2021 di NTT, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan dengan dukungan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada.

Program ini berfokus pada ketahanan pangan, pengelolaan bentang lahan, serta penguatan penghidupan masyarakat yang tangguh terhadap perubahan iklim, terutama kelompok rentan dan perempuan.

Di NTT, Land4Lives bekerja bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dengan pendampingan di 12 desa yang tersebar pada tujuh kecamatan.

Capaian program mencakup tiga tingkatan, yakni kebijakan provinsi, pengelolaan bentang lahan, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Di tingkat kebijakan, Land4Lives mendampingi penyusunan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau NTT menuju 2050 yang menjadi masukan bagi RPJPD NTT 2025–2045 dan RPJMD Provinsi NTT.

Pendampingan juga berkontribusi pada sejumlah dokumen KLHS dan perencanaan pembangunan daerah.

Dalam pembiayaan iklim, NTT memperoleh alokasi USD397.259 melalui skema pembayaran berbasis hasil REDD+ dari Green Climate Fund.

Dana tersebut telah disalurkan kepada 15 komunitas, dengan sekitar 44 persen penerima manfaat merupakan perempuan.

Pemerintah Provinsi NTT juga kini memiliki Sistem Informasi Pengelolaan Perhutanan Sosial (SIPOPS) yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT.

Sistem ini menyediakan data area perhutanan sosial, panduan perizinan, hingga informasi komoditas.

Pada tingkat bentang lahan, Land4Lives mendukung pengelolaan DAS Benain seluas 327.515 hektare dan DAS Noelmina seluas 189.610 hektare. Selain itu, Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPH TTS seluas 137.165 hektare telah disahkan.

Total sekitar 517.125 hektare lahan kini memiliki perangkat pengelolaan yang lebih responsif terhadap iklim dan gender.

Sementara di tingkat desa, sebanyak 802 orang mengikuti sekolah lapang pertanian cerdas iklim, dengan 51 persen di antaranya perempuan.

Program tersebut didukung 45 kebun belajar agroforestri dan enam Tapak Percontohan Pertanian Cerdas Iklim yang dikelola lebih dari 120 petani pelopor.

Untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, telah dikembangkan 771 kebun pekarangan dan 43 kebun pangan komunal.

Pemerintah Kabupaten TTS juga telah menetapkan Kurikulum Muatan Lokal Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim melalui Peraturan Bupati dan menyosialisasikannya ke lebih dari 500 sekolah.

Program pemberdayaan perempuan turut diperluas melalui Sekolah Perempuan (Skol Bife) bersama DP3A TTS dan GMIT.

Sebanyak 38 kelompok telah terbentuk dengan 174 fasilitator terlatih. Pada 15 September 2026, lebih dari 700 perempuan mengikuti wisuda program tersebut.

Dalam acara penutupan, laporan capaian Land4Lives Provinsi NTT diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili Sekretaris Daerah NTT, Fransiskus Sales Sodo.

Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah, mitra pembangunan, dan petani pelopor.

Fransiskus mengatakan hasil kerja sama Land4Lives telah memberi kontribusi pada pemberdayaan masyarakat, pertanian berkelanjutan, dan kesetaraan gender.

Menurutnya, sejumlah pembelajaran program juga telah diintegrasikan ke dalam perencanaan dan kebijakan daerah, termasuk Green Growth Plan dan RPJMD.

“Kami berharap program tidak berakhir. Pemerintah desa, pemerintah kabupaten, juga pemerintah provinsi bisa terus melanjutkan praktik baik yang sudah ada,” ujar Fransiskus.

Direktur ICRAF Indonesia sekaligus Project Coordinator Land4Lives, Andree Ekadinata, mengatakan strategi keberlanjutan telah disiapkan sejak awal 2026, terutama melalui integrasi hasil proyek ke dalam perencanaan daerah.

Pembelajaran Land4Lives juga didokumentasikan dalam buku, flyer, brief, dan sistem informasi yang diserahkan kepada pemerintah daerah serta dapat diakses publik.

“Kami juga bermitra dengan organisasi masyarakat sipil lokal dan perguruan tinggi untuk meneruskan semua pembelajaran ini,” kata Andree.

Sementara itu, Kepala Kerja Sama Pembangunan Kedutaan Besar Kanada, Alice Birnbaum, menyebut Land4Lives sebagai bagian dari kemitraan Kanada dan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan, ketangguhan iklim, dan kesetaraan gender.

“Saya menyaksikan banyak hasil yang luar biasa,” ujar Alice.

Dialog multipihak dalam penutupan tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, petani, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk membahas keberlanjutan capaian Land4Lives dalam memperkuat ketangguhan iklim NTT.

Rangkaian penutupan Land4Lives selanjutnya akan berlangsung di Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan pada Oktober 2026 sebelum ditutup pada tingkat nasional.

Berita Terkait

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar
KPID NTT Dorong Penguatan Kelembagaan dan Anggaran, Sekda Siap Tindaklanjuti
PA GMNI NTT Kembali Gerakkan Aksi Kemanusiaan, Kini untuk Korban Gempa Sumba
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07 WIB

BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

KPID NTT Dorong Penguatan Kelembagaan dan Anggaran, Sekda Siap Tindaklanjuti

Berita Terbaru