31 Makalah dan 18 Poster Bahas Ketahanan Pangan NTT di Simpul Pangan Nusantara

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – Sebanyak 31 makalah dan 18 poster ilmiah tentang sistem pangan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipresentasikan dalam konferensi ilmiah Simpul Pangan Nusantara di Kupang, Rabu (16/9/2026).

Konferensi tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, dan pegiat pangan untuk membahas berbagai upaya memperkuat ketahanan pangan NTT, mulai dari pengelolaan kebun pangan di tingkat rumah tangga hingga kebijakan tata ruang di tingkat provinsi.

Kupang menjadi lokasi pertama dari tiga seri regional Simpul Pangan Nusantara. Kegiatan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Makassar dan Palembang pada Oktober 2026.

Dalam konferensi tersebut, makalah dan poster dibahas dalam empat tema, yakni inovasi tapak dan pertanian cerdas iklim; kelembagaan dan inklusi sosial; diversifikasi konsumsi dan ketahanan gizi; serta tata kelola bentang lahan dan kebijakan.

Selain sesi ilmiah, kegiatan juga diisi sesi poster dan dialog multipihak bertajuk Semeja Makan.

Kegiatan ini diselenggarakan ICRAF Indonesia, yang kini menggunakan nama operasional Landscape Alliance, bekerja sama dengan Bapperida NTT, Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Direktur Landscape Alliance Asia, Dr. Sonya Dewi, dan Dekan Fakultas Pertanian Undana, Dr. Tomycho Olviana, menjadi pembicara kunci dalam konferensi tersebut.

NTT dipilih sebagai lokasi seri pertama karena memiliki tantangan sekaligus potensi pangan yang relevan dengan tema konferensi. Sebagai salah satu wilayah paling kering di Indonesia, NTT menghadapi musim kemarau panjang dan curah hujan yang tidak menentu.

Kondisi tersebut semakin dipengaruhi oleh perubahan iklim yang berdampak terhadap sistem pangan masyarakat.

Di sisi lain, NTT memiliki beragam pangan lokal yang selama ini menjadi bagian dari strategi masyarakat dalam menghadapi kondisi iklim kering. Komoditas tersebut antara lain sorgum, jagung, umbi-umbian, serta berbagai bahan pangan khas daerah.

Namun, pengetahuan mengenai pangan lokal tersebut masih banyak tersimpan di tingkat komunitas dan belum terdokumentasi secara sistematis. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko hilangnya pengetahuan pangan lokal.

Sejak 2021, ICRAF melalui program Land4Lives bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dalam riset-aksi terkait ketahanan pangan dan gizi.

Di tingkat rumah tangga, program tersebut mendorong pengembangan kebun pangan di pekarangan maupun lahan komunal.

Hingga 2026, pendekatan tersebut telah menjangkau 43 kebun pangan komunal dan 771 kebun pekarangan keluarga, serta didukung delapan rumah benih lokal.

Sebanyak 1.288 peserta juga telah mengikuti peningkatan kapasitas mengenai pangan lokal dan gizi seimbang, termasuk konsep B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman) dan Isi Piringku.

Kampanye pangan dan gizi dalam program tersebut telah terintegrasi di 37 puskesmas dan 27 gereja di TTS. Kegiatan ini melibatkan 114 tenaga kesehatan dan kader serta 62 pemuka agama.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Gerakan Ayah sebagai Konselor Pangan dan Gizi (GASELOR).

Program tersebut melibatkan lebih dari 40 Duta Ayah untuk mendorong keterlibatan laki-laki dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga.

Di sektor pendidikan, Land4Lives bersama Dinas Pendidikan TTS mengembangkan kurikulum muatan lokal (mulok) bertajuk Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim.

Kurikulum tersebut telah diujicobakan di lebih dari 30 sekolah dan menjangkau sekitar 2.000 murid, dengan dukungan 20 guru dan tim pengembang kurikulum yang telah mendapat pelatihan.

Pada tahun ajaran 2026/2027, seluruh SD dan SMP di Kabupaten TTS telah mendapatkan pelatihan untuk menerapkan kurikulum tersebut di sekolah masing-masing.

Selain itu, dikembangkan pula WikiPangan NTT sebagai basis pengetahuan digital yang memuat lebih dari 70 artikel mengenai pangan lokal NTT, mulai dari teknik budi daya hingga kandungan gizinya.

Selama pelaksanaan Land4Lives di NTT, ICRAF melihat adanya kebutuhan untuk mempertemukan berbagai pengetahuan mengenai pangan lokal yang selama ini tersebar di komunitas, perguruan tinggi, dan perangkat pemerintah daerah.

Melalui Simpul Pangan Nusantara, berbagai temuan tersebut dipertemukan dalam satu forum untuk dibahas dan divalidasi lintas pihak, sekaligus menghubungkan hasil penelitian dan praktik di lapangan dengan arah kebijakan pangan di tingkat provinsi maupun nasional.

Tentang Landscape Alliance

Landscape Alliance merupakan nama operasional dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF).

Organisasi ini mengembangkan riset dan aksi terkait pepohonan, hutan, serta lanskap agroforestri untuk mendukung kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

CIFOR dan ICRAF merupakan organisasi internasional independen dan bagian dari jaringan riset CGIAR.

Tentang Land4Lives

Land4Lives (Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia) merupakan proyek riset-aksi ICRAF Indonesia yang didukung Global Affairs Canada.

Program ini berlangsung sejak Maret 2021 hingga memasuki fase penutupan pada 2026 dan dilaksanakan di tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Di NTT, program tersebut dilaksanakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTS, dengan fokus pada penguatan ketahanan ekonomi, ketahanan iklim, dan ketahanan pangan masyarakat rentan melalui pengelolaan lanskap yang inklusif dan berbasis bukti.

Berita Terkait

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar
KPID NTT Dorong Penguatan Kelembagaan dan Anggaran, Sekda Siap Tindaklanjuti
PA GMNI NTT Kembali Gerakkan Aksi Kemanusiaan, Kini untuk Korban Gempa Sumba
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Tidak Ada Korban Jiwa
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07 WIB

BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:45 WIB

KPID NTT Dorong Penguatan Kelembagaan dan Anggaran, Sekda Siap Tindaklanjuti

Berita Terbaru