Sikka, NTTPedua.id,- Di tengah situasi pascagempa Flores yang masih dirasakan masyarakat, semangat belajar justru tumbuh dari Dusun III, Desa Kokowahor, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.
Sebanyak 22 anak dan pelajar dari tingkat TKK, SD, SMP hingga SMA sepakat membentuk Komunitas Belajar. Mereka bahkan langsung menyusun kepengurusan dan menetapkan jadwal Jam Belajar bersama tiga kali dalam seminggu, yakni setiap Senin, Rabu dan Sabtu.
Pembentukan komunitas ini berlangsung dalam kegiatan literasi yang difasilitasi pendiri Komunitas Literasi Kuli Batulis Kupang, Eman Kolfidus.
Para pelajar mempercayakan Patrisius Paskalis Yodi, siswa kelas X SMAN Kangae, sebagai Ketua. Maria Yurinsi Gala, siswi SMAN Kangae, dipercaya sebagai Sekretaris, sementara Agustinus Aureldiano, siswa kelas V SDK Ili, menjadi Wakil Ketua.
Patrisius mengatakan, komunitas tersebut dibentuk karena mereka ingin memiliki tempat untuk belajar bersama dan saling membantu, terutama di tengah situasi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.
” Kami ingin tetap belajar meskipun dalam keadaan seperti sekarang. Kami bisa belajar bersama, saling membantu dan mengajak teman-teman untuk lebih rajin membaca dan belajar,” kata Emanuel.
Menurutnya, kesepakatan melaksanakan Jam Belajar tiga kali seminggu merupakan bentuk komitmen anak-anak Dusun Ili untuk membangun kebiasaan belajar secara rutin.
Ia berharap komunitas yang baru dibentuk tersebut tidak berhenti hanya pada pembentukan kepengurusan, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar yang berjalan secara konsisten.
” Harapan kami, komunitas ini bisa terus berjalan dan semakin banyak anak yang ikut. Kami ingin belajar bersama dan membuat kegiatan yang bermanfaat untuk anak-anak di Dusun Ili,” ujarnya.
Sejumlah pelajar yang bergabung antara lain Samudra Leti, Rangga, Alfredo, Riski, Grace, Anggi, Opang, Anya dan lainnya.
Kesepakatan menggelar Jam Belajar setiap Senin, Rabu dan Sabtu menjadi bentuk nyata semangat anak-anak Dusun Ili dalam menjaga budaya belajar. Semangat tersebut sejalan dengan gerakan Jam Belajar Masyarakat yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi NTT melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga disaksikan sejumlah orang tua, di antaranya Anto, Tince, Vin dan Ani.
Komunitas Belajar ini selanjutnya akan mendapat pendampingan dari dua orang guru, Yohannes Emiliano Moa Leti, S.Pd dan Beatrix Ayuningsih Elu, S.Pd.
Sebelumnya, Komunitas Literasi Kuli Batulis telah beraudiensi dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membahas kolaborasi dalam memperkuat ekosistem implementasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.(AP)







