Kupang, NTTPedia.id,- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghabiskan lima hari menyusuri Pulau Flores untuk mengantar langsung bantuan Pemerintah Kota Kupang kepada masyarakat terdampak gempa.
Perjalanan tersebut dimulai dari Manggarai Barat pada Selasa (25/8), kemudian berlanjut ke Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, hingga berakhir di Kabupaten Sikka pada Jumat (28/8).
Christian tidak memilih mengirim bantuan melalui perantara. Ia datang langsung dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya, bertemu pemerintah daerah sekaligus melihat kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Bagi Christian, kehadiran langsung di tengah masyarakat memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar menyerahkan bantuan.
” Kenapa saya harus datang sendiri? Karena saya ingin mengajak teman-teman dari daerah lain untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepada warga terdampak di Flores,” kata Christian.
Ia menyadari Kota Kupang tidak mengalami dampak langsung seperti sejumlah wilayah di Flores. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menjaga jarak dengan masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
” Kita mungkin tidak ikut diguncang gempa, tetapi kita ikut merasakan penderitaan mereka,” ujarnya.
Selama perjalanan, Christian membawa bantuan Pemerintah Kota Kupang dengan total Rp635 juta. Bantuan tersebut terdiri atas Rp500 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Kupang dan Rp135 juta yang dihimpun melalui donasi ASN lingkup Pemkot Kupang serta aksi penggalangan dana.
Selain bantuan dana, Pemkot Kupang juga menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Kehadiran Christian di sejumlah wilayah terdampak mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat.
Saat menerima Christian di Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai Timur di Borong, Rabu (26/8), Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menyebut Christian sebagai kepala daerah pertama dari wilayah NTT yang tidak terdampak bencana namun turun langsung menemui masyarakat korban gempa.
” Bapa Wali Kota menjadi kepala daerah pertama di NTT yang tidak terdampak yang sudah mau turun langsung melihat kami di sini. Kami merasa terhibur, karena masih ada saudara-saudara yang punya kepedulian terhadap duka kemanusiaan yang menimpa kami,” ujar Agas.
Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Provinsi NTT asal daerah pemilihan Manggarai Raya, Yohanes Rumat. Menurutnya, kehadiran Christian menunjukkan ketulusan dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
” Sebagai tuan rumah, saya menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Bapak Wali Kota Kupang. Karena kesederhanaan, ketulusan dan nilai kemanusiaannya, beliau bisa turun ke wilayah terdampak bencana,” kata Yohanes.
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, juga menilai kehadiran Christian memberikan dampak lebih dari sekadar bantuan material. Menurutnya, kedatangan Wali Kota Kupang turut memberikan semangat dan dukungan moral kepada masyarakat yang terdampak.
Hal serupa disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago. Ia menyebut kehadiran Christian setelah menempuh perjalanan panjang dari Labuan Bajo dan beberapa kabupaten terdampak memiliki makna tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Sikka.
Perjalanan Christian belum langsung berakhir setelah menyelesaikan kunjungan di enam kabupaten.
Saat hendak kembali ke Kupang melalui penerbangan dari Maumere, Sikka, penerbangannya dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi. Christian bersama rombongan kemudian mengubah rute dan melanjutkan perjalanan darat menuju Larantuka, Flores Timur.
Dari Larantuka, Christian akhirnya dapat kembali ke Kota Kupang melalui penerbangan pada Sabtu (29/8).
Lima hari perjalanan dari Manggarai Barat hingga Sikka itu menjadi bagian dari misi kemanusiaan Christian Widodo untuk memastikan bantuan dari Kota Kupang hadir langsung di tengah masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bagi Christian, bantuan tersebut bukan hanya soal nominal, tetapi juga tentang pesan bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi bencana seorang diri.
” Bantuan ini adalah simbol solidaritas kami. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendirian. Satu pulau terluka, yang lain siap membantu. Kemanusiaan tidak memiliki batas wilayah,” ujarnya.(rilis)







