Atambua, NTTPedia.id,- Upaya menumbuhkan budaya literasi bisa dilakukan dari mana saja bahkan dari dalam sebuah mobil. Hal itulah yang dilakukan Stefanus Sintidu (48), seorang mitra pengemudi Maxim di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Di dalam mobil yang digunakannya untuk melayani penumpang, Stefanus menyediakan puluhan buku dengan beragam tema. Penumpang yang menggunakan jasanya pun dapat membaca buku selama perjalanan.
Kini, sekitar 50 buku tersedia di dalam mobil Stefanus. Koleksinya terdiri dari berbagai genre, mulai dari buku motivasi, pengembangan diri hingga literatur nonfiksi.
Stefanus bukan hanya seorang pengemudi transportasi daring. Ia merupakan Sarjana Teknik Sipil dan juga tenaga pengajar di SMK Katolik Santo Yosef Nenuk.
Ayah dua anak ini mulai bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim pada Mei 2026. Gagasan menyediakan buku di dalam mobil berawal dari kegemarannya membaca dan kebiasaannya membeli buku baru setiap bulan.
Dari kebiasaan tersebut, muncul keinginan untuk berbagi minat membaca dengan orang lain, termasuk para penumpang yang menggunakan jasanya.
” Saya berharap masyarakat di Atambua semakin banyak yang sadar tentang pentingnya membaca demi meningkatkan tingkat literasi dan membangun budaya membaca khususnya bagi pelajar,” ujar Stefanus.
Menurut Stefanus, respons penumpang terhadap keberadaan buku di dalam mobil cukup beragam. Ada yang awalnya merasa heran, namun tidak sedikit yang justru tertarik dengan koleksi bacaan yang tersedia.
Ia bahkan kerap menceritakan isi buku kepada penumpang untuk menarik minat mereka membaca. Sejumlah pelanggan yang pernah menggunakan jasanya juga kembali menanyakan koleksi buku baru.
Inisiatif sederhana tersebut mendapat apresiasi dari manajemen Maxim Atambua. Head of Subdivision Maxim Atambua, Alberthus Ferdinan Trianus, menilai apa yang dilakukan Stefanus merupakan bentuk kontribusi positif bagi pengembangan budaya literasi di daerah.
” Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas kepedulian serta inisiatif luar biasa yang dilakukan oleh Bapak Stefanus. Langkah ini tidak hanya memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang Maxim di Atambua, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana seorang mitra pengemudi dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan minat baca dan mendukung kemajuan pendidikan di daerahnya,” ungkap Alberthus.(Rls)







