Pegawai Koperasi PNM Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Terseret Arus Banjir di Takari

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 16:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, NTTPedia.id,- Melany Amelia Nenobesi (23), seorang pegawai koperasi di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Takari ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus banjir di Sungai Hueknutu,  Kabupaten Kupang, pada Rabu 7 Mei 2025. Tak hanya Melany,  Godlief Babnesi (48), warga Dusun Upbatan juga ditemukan meninggal dunia.

“Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 19.00 Wita. Keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa” ujar Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H melalui Kapolsek Takari Ipda Fardan Adi Nugroho, S.Tr.K kepada Koranmedia.com, Kamis 8 Mei 2025.

Ipda Fardan mengungkapkan, kedua korban ditemukan setelah terseret arus banjir di Sungai Hueknutu RT 014/RW 007, Desa Hueknutu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, pada Rabu 7 Mei 2025 malam.

Peristiwa nahas ini bermula ketika Melany datang ke rumah Godlief sekitar pukul 17.00 Wita untuk melakukan penagihan hutang kredit. Usai menagih, Melany berencana kembali ke kantor meskipun telah diperingatkan oleh istri Godlief agar menunda perjalanan karena hujan deras dan sungai yang sedang meluap.

Godlief bersama tiga warga lainnya — Jitro Babnesi (16), Sosten Bani (18), dan Nitanel Lete (17) — kemudian membantu Melany menyeberangi sungai. Ketiga saksi menyeberang terlebih dahulu dan berhasil mencapai seberang. Namun saat Godlief dan Melany menyusul, keduanya terseret arus deras sebelum sempat mencapai daratan.

Warga yang mendapat laporan dari para saksi segera melapor ke pihak Polsek Takari. Anggota jaga yang tiba di lokasi berkoordinasi dengan petugas medis Puskesmas Huebunif untuk upaya pencarian dan pertolongan.

Sekitar pukul 21.30 Wita, jasad Godlief ditemukan di dalam sungai Dusun Upbatan, sekitar 1 kilometer dari lokasi korban hanyut. Pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dengan menolak otopsi.

Pencarian terhadap Melany dilanjutkan hingga keesokan harinya. Sekitar pukul 05.00 WITA, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Dusun Tuapisa, sekitar 10 kilometer dari titik awal hanyut.

Pemeriksaan medis di Puskesmas Takari juga tidak menemukan unsur kekerasan. Keluarga korban menerima kematian Melany sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah kemudian dibawa ke Kota Kupang untuk dimakamkan.

Sungai yang menelan korban jiwa tersebut memiliki lebar sekitar 30 meter dengan ketinggian air saat kejadian antara 1 hingga 1,5 meter. Jarak dari rumah Godlief ke sungai diperkirakan sejauh 500 meter.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas di sekitar sungai saat cuaca ekstrem dan banjir.” ujarnya.(JW)

Berita Terkait

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Diduga Lakukan Pornoaksi terhadap Anak, Pria di Fatukoa Diamankan Tim Black Panter Polsek Maulafa
Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes
Ganggu Istirahat Warga, Polsek Maulafa Bubarkan Dua Pesta Musik Keras
Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Diduga Lakukan Pornoaksi terhadap Anak, Pria di Fatukoa Diamankan Tim Black Panter Polsek Maulafa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes

Berita Terbaru