Kupang, NTTPedia.id,- Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi menandatangani perjanjian kredit pinjaman daerah senilai Rp30 miliar dengan Bank NTT. Dana tersebut dipastikan sepenuhnya difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar di wilayah paling selatan Indonesia itu.
Penandatanganan berlangsung di Hotel Sotis Kupang, Jumat (27/2/2026), dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi Dethan, Sekda Jonas Selly, Komisaris Utama Bank NTT Donny Heatubun, Direktur Kredit Aloysius Geong, serta Direktur Dana dan Treasury Heri Helbianto.
Bupati Paulus Henuk menegaskan, pinjaman daerah ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal yang dialami daerah sejak 2025.
Pengurangan transfer pusat yang signifikan berdampak langsung pada proyek-proyek fisik, terutama jalan, jembatan, irigasi, dan air minum.
“Seluruh dana Rp30 miliar ini murni untuk infrastruktur. Tidak ada penggunaan untuk belanja lain,” tegas Paulus.
Ia menjelaskan, awalnya pemerintah daerah merencanakan pinjaman hingga Rp100 miliar. Namun setelah menghitung kemampuan keuangan daerah dan melalui pembahasan bersama DPRD, nilai tersebut disesuaikan menjadi Rp30 miliar agar tetap aman terhadap kapasitas fiskal daerah.
Pinjaman ini akan membiayai pembangunan dan peningkatan jalan di sejumlah titik, pembangunan jembatan di Oele dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar, rehabilitasi serta pembangunan jaringan irigasi, hingga penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Menurut Paulus, langkah ini bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan strategi menjaga ritme pembangunan agar tidak terhenti akibat tekanan fiskal. Ia juga menilai memilih Bank NTT sebagai mitra pembiayaan memberikan nilai tambah karena keuntungan bank daerah tersebut akan kembali ke daerah dalam bentuk dividen.
“Kami ingin pembangunan tetap berjalan, pelayanan publik tetap optimal, dan ekonomi masyarakat tetap bergerak,” ujarnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Bank NTT Donny Heatubun menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemkab Rote Ndao. Ia menilai pemanfaatan fasilitas pinjaman daerah untuk sektor produktif seperti infrastruktur merupakan langkah tepat dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan layanan dasar.(AP)













