Kupang, NTTPedia.id,- Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) kini tidak hanya berkutat di ruang kelas, tetapi mulai mengambil peran strategis sebagai agen perlindungan masyarakat melalui penguatan literasi keuangan dan kepedulian terhadap isu sosial.
Dikutip dari laman resmi Undana, Peran tersebut terlihat dalam partisipasi aktif mahasiswa Undana pada kegiatan “Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026” yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan NTT. Kegiatan ini berlangsung di pelataran Hypermart Kupang kawasan Bundaran PU, Rabu (4/3).
Dalam forum tersebut, para mahasiswa mendapatkan pembekalan lintas sektor terkait bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal, keamanan transaksi digital, hingga upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kejaksaan Tinggi, Balai Karantina NTT, serta Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT.
Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo bersama tim OJK menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai benteng utama melindungi masyarakat dari berbagai praktik keuangan ilegal. Mahasiswa diharapkan menjadi penyambung informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak terjebak dalam skema pinjaman online ilegal maupun penipuan digital.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa Undana juga menyoroti isu kemanusiaan yang masih menjadi tantangan serius di NTT, yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Salah satu mahasiswa Undana, Agnesia Boling Selly, secara kritis mengangkat persoalan tersebut dalam forum.
Paparan dari BP3MI NTT turut menjelaskan peluang kerja luar negeri yang aman dan prosedural sebagai langkah preventif untuk mencegah eksploitasi pekerja migran.
“Keterlibatan kami di SERAMBI 2026 memberikan wawasan yang komprehensif. Sebagai mahasiswa, kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan pengetahuan keuangan dan sosial ini di tengah masyarakat,” ujar mahasiswa Undana lainnya, Elda Susanti Mini.
Selain isu keuangan dan perlindungan pekerja migran, forum ini juga membahas aspek kesehatan publik. Balai Karantina NTT mengingatkan pentingnya pengawasan penyakit hewan ternak di tengah meningkatnya arus komoditas pangan menjelang Ramadan.
Partisipasi mahasiswa Undana dalam forum ini menjadi bukti komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial dan kebijakan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, Undana berharap percepatan literasi keuangan dan digitalisasi di NTT dapat terus diperkuat. Mahasiswa yang terlibat dalam forum SERAMBI 2026 ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan (agent of change) dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial di daerah. (SP)













