Mahasiswa Undana Tembus Hibah Riset Bergengsi Dunia, Dapat Grant dari The Explorers Club New York

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Fernando Pelile Tolok, mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan pada Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), berhasil menembus ketatnya persaingan hibah riset global dan meraih Rising Explorer Grant 2026 dari organisasi penjelajah ternama dunia, The Explorers Club yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Dikutip dari laman resmi Undana, Penghargaan prestisius tersebut diberikan sebagai dukungan terhadap proyek penelitian Fernando yang berfokus pada perlindungan budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Melalui skema hibah ini, Fernando memperoleh pendanaan sebesar USD 2.000 atau sekitar Rp31,5 juta untuk melakukan penelitian terkait pemetaan polusi pesisir dan penentuan lokasi budidaya rumput laut yang aman dari ancaman penyakit ice-ice.

Misi Penyelamatan Rumput Laut NTT
Penyakit ice-ice selama ini menjadi salah satu ancaman serius bagi petani rumput laut di NTT. Serangan penyakit ini kerap menyebabkan penurunan kualitas hingga produksi secara drastis, sehingga berdampak langsung pada pendapatan masyarakat pesisir.

Melalui penelitian berjudul “Protecting Seaweed Cultivation in Kupang Regency, Indonesia: Mapping Coastal Pollution and Determining Suitable Cultivation Locations to Reduce Ice-Ice Disease,” Fernando berupaya menghadirkan solusi ilmiah berbasis data spasial.

Dalam riset tersebut, ia akan melakukan pemetaan tingkat pencemaran di wilayah pesisir serta analisis kesesuaian lahan budidaya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi titik koordinat yang paling optimal bagi pertumbuhan rumput laut sekaligus meminimalisir risiko serangan penyakit.

Hasil penelitian ini diharapkan mampu membantu petani menentukan lokasi budidaya yang lebih aman, sehingga dapat menciptakan sistem produksi rumput laut yang berkelanjutan serta mengurangi kerugian ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Kupang.

Pendampingan Akademik Berstandar Global

Keberhasilan Fernando tidak terlepas dari pendampingan akademik yang intensif dari Muhamad Farhan, S.Kel., M.Si., dosen FPKP Undana yang selama ini aktif mendorong mahasiswa untuk berkompetisi dalam berbagai program riset internasional.

Menurut Farhan, program Rising Explorer Grant yang diselenggarakan oleh The Explorers Club dikenal sangat selektif dan diikuti oleh peneliti muda dari berbagai negara.

“Capaian ini bukan hanya soal dana penelitian, tetapi juga akses jejaring global. Fernando kini menjadi bagian dari komunitas ilmuwan dan eksplorator dunia yang tergabung dalam The Explorers Club,” jelasnya.

Inspirasi Riset Inovatif Mahasiswa

Pihak Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Undana menyambut prestasi tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya riset di lingkungan kampus. Keberhasilan mahasiswa menembus hibah internasional menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, memiliki relevansi global.

Dengan bergabungnya Fernando dalam jaringan ilmuwan internasional, Undana berharap akan terbuka peluang kolaborasi penelitian lintas negara di masa mendatang.

Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di lingkungan FPKP Undana untuk terus mengembangkan riset inovatif yang tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian sumber daya kelautan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur. (Ing)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Berita Terbaru