Bajawa, NTTPedia.id,- Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program “Riset Berdampak” dengan melakukan pemetaan isu strategis pembangunan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) .
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemerintah daerah, Undana menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar yang difokuskan untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat guna mengintervensi berbagai persoalan pembangunan di wilayah tersebut.
Langkah kolaboratif ini diawali dengan audiensi tim survei Undana bersama Bupati Ngada, Raymundus Bena, di Kantor Bupati Ngada. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan perspektif akademik dengan arah kebijakan strategis pemerintah daerah terkait prioritas pembangunan yang dinilai paling mendesak.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Undana juga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Kepala Bapperida Kabupaten Ngada, Maksimus F. D. Suri. Forum yang berlangsung di Aula Bapperida itu melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngada guna mengidentifikasi berbagai persoalan sektoral secara komprehensif.
Koordinator Pusat Studi SDGs Center Undana, Detji Kory Elianor Rooseveld Nuban, memimpin tim dalam mendiskusikan potensi intervensi yang dapat dilakukan oleh universitas. Ia menegaskan bahwa hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kolaboratif yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Bentuk kontribusi yang disiapkan Undana mencakup penelitian terapan, program pengabdian kepada masyarakat, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak. Berbagai program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus memberikan solusi teknis terhadap tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah.
Melalui inisiatif ini, Undana menegaskan transformasinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan luaran ilmiah, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
Pendekatan kemitraan strategis antara akademisi dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu menjadi model pembangunan berbasis riset yang mendorong perubahan positif di Kabupaten Ngada.(AP)














