Kupang, NTTPedia.id – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026, Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Nusa Tenggara Timur menggelar doa bersama lintas agama sebagai upaya menjaga kedamaian dan stabilitas keamanan di wilayah NTT.
Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Kamis (30/4/2026) malam tersebut digelar di Rumah Jabatan Direktur Intelkam Polda NTT.
Doa bersama dihadiri tokoh agama dari berbagai keyakinan, mulai dari Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, hingga Buddha. Turut hadir pula anak-anak panti asuhan serta jajaran personel Ditintelkam Polda NTT.
Direktur Intelkam Polda NTT, Kombes Pol Danang Kuswoyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh agama yang dinilai membawa kesejukan dan semangat kebersamaan.
“Kehadiran para tokoh agama memberikan energi positif serta ketenangan batin bagi anggota Polri, khususnya personel intelijen dalam menjalankan tugas pengamanan,” ujarnya.
Danang Kuswoyo menjelaskan, bulan Mei menjadi momen penting karena bertepatan dengan peringatan Mayday yang kerap diwarnai penyampaian aspirasi dari berbagai elemen, mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga pemerintah.
“Beragam kepentingan ini perlu dijaga keseimbangannya agar tidak menimbulkan gesekan, melainkan menjadi kekuatan bersama untuk kemajuan daerah,” jelasnya.
Melalui kegiatan doa lintas agama ini, Polda NTT berharap tercipta suasana yang kondusif, penuh toleransi, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam suasana penuh kebersamaan, para tokoh agama memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing, memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar wilayah NTT tetap aman, damai, dan sejahtera.
Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Mayday 2026 agar berlangsung tertib dan kondusif.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial.
Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dan spiritual dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai di wilayah Nusa Tenggara Timur.














