Waingapu, NTTPedia.id,- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena langsung memerintahkan perbaikan sebuah rumah warga yang kondisinya tidak layak huni saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sumba Timur.
Didampingi Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, Gubernur meninjau langsung kondisi rumah seorang warga lanjut usia yang selama ini tinggal dalam keterbatasan. Rumah tersebut tampak memprihatinkan dengan kondisi bangunan yang sudah rapuh dan tidak lagi memberikan kenyamanan maupun keamanan bagi penghuninya.
” Ada momen yang membuat saya tidak bisa hanya datang, melihat, lalu pulang,” ujar Gubernur saat meninjau rumah tersebut seperti dikutip dari halaman Facebook Melii Laka Lena, Selasa, 16/06/2026.
Di lokasi, Melki berdialog dengan pemilik rumah dan melihat langsung kondisi tempat tinggal yang sehari-hari dihuni warga tersebut. Ia kemudian meminta agar rumah itu segera ditangani melalui program perbaikan rumah tidak layak huni.
” Nanti rumah ini kami perbaiki. Selama proses perbaikan berlangsung, bapak bisa tinggal sementara di rumah kos yang akan kami carikan. Rumah ini akan dibongkar dan diperbaiki supaya menjadi tempat tinggal yang lebih layak,” kata Melki.
Keseriusan pemerintah ditunjukkan dengan langkah cepat Melki yang langsung menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Beni Nahan dari lokasi peninjauan. Ia meminta agar proses penanganan rumah tersebut segera diurus dan tidak ditunda.
Menurut Melki, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat tinggal dalam kondisi yang tidak layak. Karena itu, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu prioritas pembangunan yang terus didorong Pemerintah Provinsi NTT.
” Kami sebagai pemerintah tidak mungkin melihat warga tinggal dalam kondisi seperti ini. Rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus diperjuangkan bersama,” Katanya.
Komitmen tersebut sejalan dengan program penyediaan rumah layak huni yang sedang digencarkan Pemerintah Provinsi NTT. Pada tahun 2026, NTT mendapat alokasi program bedah rumah dari pemerintah pusat sebanyak 18.000 hingga 22.000 unit.
Selain itu, Pemprov NTT bersama pemerintah kabupaten dan kota menargetkan pembangunan lebih dari 31.000 unit Rumah Layak Huni melalui skema gotong royong yang melibatkan berbagai pihak.
Melki menegaskan program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik bangunan, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal hanya karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Membangun rumah bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi juga menjaga martabat dan masa depan keluarga-keluarga di NTT,” ujarnya.(AP)







