Warga di Camp Pengungsian Gempa Flores Keluhkan Minimnya Fasilitas MCK dan Air Bersih

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Borong, NTTPedia.id,- Warga terdampak gempa bumi Flores yang memilih bertahan di camp pengungsian mandiri masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dasar. Salah satu persoalan yang dikeluhkan adalah minimnya fasilitas Mand Cuci Kakus (MCK) dan air bersih.

 

Fakta tersebut disampaikan Vincent Mone setelah mendengarkan langsung keluhan para pengungsi yang berada di camp pengungsian mandiri. Saat ini Vincent Mone melakukan aksi kemanusian di kawasan pantura Ngada,Manggarai dan saat ini berada di Pantura Manggarai Timur. Aksi kemanusian ini di fasilitasi oleh Yayasan Ningsih Sejahterah (YNS).

 

Menurut Vincent, sebagian camp pengungsian yang dibangun secara darurat belum dilengkapi fasilitas MCK yang memadai. Kondisi itu membuat sebagian warga terpaksa buang air di sembarang tempat termasuk di kawasan hutan atau sekitar lokasi pengungsian.

 

Dia menjelaskan persoalan lainnya adalah keterbatasan air bersih. Air tidak hanya dibutuhkan untuk minum, tetapi juga untuk memasak, mencuci dan menjaga kebersihan diri selama berada di camp pengungsian.

 

” Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan sanitasi dan kesehatan apabila berlangsung dalam waktu yang lama. Terlebih, warga harus bertahan berhari-hari di luar rumah dengan kondisi tempat tinggal yang serba darurat, ” kata Vincent.

 

Karena itu kata Vincent, kebutuhan warga di camp pengungsian tidak cukup hanya dipenuhi dengan bantuan makanan dan logistik. Penyediaan air bersih, MCK darurat dan fasilitas sanitasi menjadi kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian.

 

Founder YNS, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief sebelum menerjunkan relawan ke Flores mengatakan relawan kemanusian YNS selain menyalurkan bantuan sembako, obat obatan dan pelayanan medis juga akan melakukan identifikasi kebutuhan-kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh warga yang saat ini berada di camp pengungsian mandiri.(AP)

 

Berita Terkait

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Berita Terbaru