Borong, NTTPedia.id,- Warga terdampak gempa bumi Flores yang memilih bertahan di camp pengungsian mandiri masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dasar. Salah satu persoalan yang dikeluhkan adalah minimnya fasilitas Mand Cuci Kakus (MCK) dan air bersih.
Fakta tersebut disampaikan Vincent Mone setelah mendengarkan langsung keluhan para pengungsi yang berada di camp pengungsian mandiri. Saat ini Vincent Mone melakukan aksi kemanusian di kawasan pantura Ngada,Manggarai dan saat ini berada di Pantura Manggarai Timur. Aksi kemanusian ini di fasilitasi oleh Yayasan Ningsih Sejahterah (YNS).
Menurut Vincent, sebagian camp pengungsian yang dibangun secara darurat belum dilengkapi fasilitas MCK yang memadai. Kondisi itu membuat sebagian warga terpaksa buang air di sembarang tempat termasuk di kawasan hutan atau sekitar lokasi pengungsian.
Dia menjelaskan persoalan lainnya adalah keterbatasan air bersih. Air tidak hanya dibutuhkan untuk minum, tetapi juga untuk memasak, mencuci dan menjaga kebersihan diri selama berada di camp pengungsian.
” Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan sanitasi dan kesehatan apabila berlangsung dalam waktu yang lama. Terlebih, warga harus bertahan berhari-hari di luar rumah dengan kondisi tempat tinggal yang serba darurat, ” kata Vincent.
Karena itu kata Vincent, kebutuhan warga di camp pengungsian tidak cukup hanya dipenuhi dengan bantuan makanan dan logistik. Penyediaan air bersih, MCK darurat dan fasilitas sanitasi menjadi kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian.
Founder YNS, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief sebelum menerjunkan relawan ke Flores mengatakan relawan kemanusian YNS selain menyalurkan bantuan sembako, obat obatan dan pelayanan medis juga akan melakukan identifikasi kebutuhan-kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh warga yang saat ini berada di camp pengungsian mandiri.(AP)







