Kelurahan Naikolan Bangun Kemandirian Warga Lewat Program Kesehatan, Lingkungan, dan Pangan

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 20:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Kemandirian masyarakat menjadi salah satu fokus pembangunan di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Melalui keterlibatan warga dan kerja sama lintas sektor, pemerintah kelurahan mengembangkan sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga.

 

Program tersebut meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, serta penanaman sayuran bagi keluarga kurang mampu.

 

Dalam pelayanan kesehatan, pemerintah kelurahan bekerja sama dengan Puskesmas, Posyandu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Sasarannya meliputi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, balita, hingga lanjut usia.

 

Lurah Naikolan, Redemtus Hardin, A.Md, mengatakan kader Posyandu mendampingi ibu hamil sejak dari rumah hingga proses persalinan di fasilitas kesehatan.

 

” Kami menggerakkan Pustu, kader Posyandu, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar masyarakat benar-benar merasakan pelayanan kesehatan pemerintah,” katanya.

 

Menurut Redemtus, pelayanan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri untuk menjangkau masyarakat.

 

Pada 2 November 2026, ia menjadi salah satu narasumber seminar nasional bersama Kementerian Kesehatan. Forum tersebut membahas Integrasi Layanan Primer (ILP) dan peran Puskesmas Pembantu (Pustu) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di desa dan kelurahan.

 

Dalam kesempatan itu, Redemtus membagikan pengalaman Kelurahan Naikolan menggerakkan kader kesehatan dan lintas sektor.

 

Kepala Seksi Pemerintahan dan Trantib Kelurahan Naikolan, Zadrak Frederik Serah, A.Md, juga mengatakan keaktifan berbagai unsur menjadi alasan Naikolan terpilih sebagai lokasi percontohan pelayanan kesehatan.

 

” Indikatornya adalah keaktifan Puskesmas, kader, Posyandu, pemerintah kelurahan, Babinkamtibmas, dan Babinsa,” ujarnya.

 

Gotong Royong Mengatasi Persoalan Sampah

 

Upaya membangun kemandirian warga juga terlihat dalam pengelolaan lingkungan. Kelurahan Naikolan masih menghadapi keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah karena belum memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) maupun bak sampah permanen.

 

Untuk mengatasinya, warga bersepakat dengan petugas kebersihan agar armada pengangkut sampah menjangkau permukiman hingga ke rumah-rumah.

 

Layanan penjemputan berlangsung dua kali dalam sepekan. Warga juga memberikan kontribusi sesuai kesepakatan bersama.

 

“Karena tidak ada TPS, warga bersepakat agar sampah dijemput langsung dari rumah,” kata Redemtus.

 

Ia berharap Pemerintah Kota Kupang menyediakan tempat sampah portabel yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan lingkungan.

 

Menurut dia, fasilitas tersebut menjadi alternatif karena kondisi permukiman tidak memungkinkan pembangunan bak sampah permanen.

 

Zadrak mengatakan armada kebersihan belum menjangkau seluruh titik permukiman. Karena itu, warga mengambil inisiatif agar petugas bisa masuk hingga ke bagian dalam lingkungan.

 

“Kalau sampah hanya dibuang di luar, apalagi ke kali, akan terjadi penumpukan, dan ini akan mengganggu kenyamanan bersama,” ujarnya.

 

Ia mengatakan bak sampah yang pernah tersedia sebelumnya tidak dikelola secara optimal. Sampah bahkan meluber hingga ke badan jalan. Warga kemudian menyepakati pola pengangkutan langsung dari rumah.

 

Mendorong Kemandirian Pangan Keluarga

 

Selain kesehatan dan lingkungan, Kelurahan Naikolan mengembangkan program penanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik sederhana.

 

Program ini memanfaatkan bambu dan kayu sebagai media tanam dan kerangka. Sasarannya adalah keluarga kurang mampu, terutama penerima bantuan sosial.

 

Zadrak mengatakan program tersebut mulai dirintis pada 2025 dan berjalan pada awal 2026. Pemerintah kelurahan kini berupaya mengaktifkannya kembali melalui kelompok warga di sejumlah RT. Namun, pelaksanaannya masih terbatas karena kekurangan fasilitas.

 

” Program ini masih sederhana. Fasilitasnya terbatas sehingga baru menjangkau beberapa RT,” tandasnya.

 

Ia berharap Pemerintah Kota Kupang dan pemerintah pusat ikut mendukung pengembangan program tersebut.

 

Menurut dia, bantuan bagi keluarga kurang mampu perlu diperluas. Tidak hanya memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga mendukung kemampuan warga menghasilkan pangan sendiri.

 

” Kami berharap masyarakat tidak hanya menerima beras dan minyak goreng. H

asil tanaman sayuran juga perlu diperhatikan,” tutupnya.

Berita Terkait

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes
Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN
Wali Kota Kupang Pastikan Biaya Pengobatan Ibu dan Anak Korban Kekerasan Tuntas
Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:47 WIB

Kelurahan Naikolan Bangun Kemandirian Warga Lewat Program Kesehatan, Lingkungan, dan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:39 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Berita Terbaru