Bawa Nama Bupati Lembata, Kepsek SMPN Nubatukan Ancam dan Maki Guru

- Jurnalis

Senin, 25 Januari 2021 - 13:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lewoleba, NTTPedia.id,- Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Nubatakan, Kabupaaten Lembata, MMM diduga melakukan tindakan pengancaman terhadap sejumlah guru-guru disekolah itu. MMM mencatut nama Bupati, Eliazer Sunur dan Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday ketika memaki mengancam para guru.

Tak hanya itu, MMM juga mengancam bawahannya dengan mencatut Eliazer dan Thomas untuk menakut nakuti staf dan para Guru SMPN 1 Nubatukan.

” Kamu Guru Goblok!! Guru Bodoh!! Guru PNS saja saya tidak saya anggap, apalagi Kamu yang hanya KSO ini,!! Saya taro di bawa Telapak kaki,” kata MMM seperti disampaikan oleh sumber yang tak mau namanya dikorankan, Senin, 25/01/2021.

Sikap arogan ini mebuat bawahanya merasa tidak nyaman dan melakukan perlawanan dengan cara mogok mengajar. Akibatnya proses belajar mengajar terganggu.

Ia mengatakan makian itu sangat membuatnya malu bercampur sedih sehingga ia sempat mengeluarkan air mata. Sikap arogan MMM kata dia sudah berulang-ulang dan menjadi santapan mereka sehari-hari.

” Sikapnya selalu berulang ia lakukan kepada tenaga pengajar. Ia juga mengancam bawahannya dengan membawa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Lembata untuk menakut nakuti staf dan para Guru SMPN 1 Nubatukan. Hal tersebut mebuat tenaga pengajar merasa tidak nyaman dan melakukan perlawanan dengan cara mogok mengajar. Akibatnya proses belajar mengajar terganggu,” kata sumber itu.

Sementara itu Kepsek SMPN Nubatukan, MMM ketika dikonfirmasi, tidak memberi respon apapun. Pesan yang dikirimkan oleh SP tidak dibalas. Begitu juga dengan ketika dihubungi melalui saluran telpon, MMM tidak memberi respon.(Pangke)

Berita Terkait

Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Warga Sebut Guncangan Sangat Kuat
Warga Ende Terdampak Gempa Menunggu Bantuan, 754 Ton Beras Justru Gagal Disalurkan
1.279 unit Kendaraan Dinas Milik Pemkab Ende Belum Bayar Pajak
Forum Wartawan NTT Sarankan Kuasa Hukum Bupati TTU Baca Putusan MK 145/PUU-XXIII/2025 soal Sengketa Pers
Pesta Sambut Baru di Mabar Tak Bisa Sembarangan, Wajib Izin Keramaian dan Tanpa Miras
Land4Lives Tutup Kegiatan di NTT, Capaian Diserahkan kepada Pemerintah Daerah
31 Makalah dan 18 Poster Bahas Ketahanan Pangan NTT di Simpul Pangan Nusantara

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Warga Sebut Guncangan Sangat Kuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Warga Ende Terdampak Gempa Menunggu Bantuan, 754 Ton Beras Justru Gagal Disalurkan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.279 unit Kendaraan Dinas Milik Pemkab Ende Belum Bayar Pajak

Jumat, 25 September 2026 - 19:34 WIB

Forum Wartawan NTT Sarankan Kuasa Hukum Bupati TTU Baca Putusan MK 145/PUU-XXIII/2025 soal Sengketa Pers

Berita Terbaru