Dimata Pendeta, Nikodemus Rihi Heke Sosok Kebapaan Serta Tidak Pernah Terjerat Korupsi

- Jurnalis

Minggu, 27 Juni 2021 - 15:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nada, Desa Eimau, Kecamatan Sabu tengah, Imanuel Riwu Wadu / Dok Bidang Media dan Komunikasi Publik DPW Nasdem NTT

Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nada, Desa Eimau, Kecamatan Sabu tengah, Imanuel Riwu Wadu / Dok Bidang Media dan Komunikasi Publik DPW Nasdem NTT

Menia, NTTPedia.id,- Masyarakat kabupaten Sabu Raijua memiliki pendapat yang beragam terhadap sosok Nikodemus Rihi Heke. Dari semua pendapat itu, Eks Bupati Sabu Raijua ini dinilai sebagai bapak pembangunan karena telah membangun sarana infrastruktur dan suprastruktur bagi masyarkat di pelosok-pelosok. Meski tidak semuanya, tapi pria kelahiran 14 November 1962 itu telah meretas pembangunan di pulau Para Dewa, Negeri Sejuta Lontar, meski dalam usia jabatan yang tidak terlalu lama.

Demikian saripati pendapat Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Nada, Desa Eimau, Kecamatan Sabu tengah, Pendeta Imanuel Riwu Wadu dalam perbincangannya dengan media di Sabu Raijua. Pendeta Imanuel mengatakan dalam pandanganya Nikodemus Rihi Heke merupakan sosok yang memiliki sifat kebapaan dan merangkul semua pihak. hal itu kata dia sudah ditunjukkan oleh Nikodemus sejak menjadi Wakil Bupati mendampingi Marthen Dira Tome. Ketika menjadi Bupati menggantikan Dira Tome, Imanuel mengatakan sifat kebapaannya tidak berubah sama sekali.

“ Sejak terbentuknya Kabupaten Sabu Raijua, Bapa Nik sebagai Wakil Bupati. Secara pribadi saya memandang beliau benar-benar memiliki figur kebapaan. Kebapaan disini yang saya maksud adalah untuk daerah Sabu Raijua ini, saya sebagai tokoh masyarakat Sabu Raijua ini saya ingin punya pemimpin yang punya hati kebapaan. Artinya pemimpin atau tokoh yang mau jadi tokoh untuk masyarakat Sabu Raijua. Jarang saya mendengar beliau memiliki konflik dengan orang lain. Sejak menjadi Wakil Bupati Ia sangat menghargai Bupatinya. Mereka tidak pernah berkonflik,” kata Pendeta Imanuel.

Pendeta Imanuel yang juga mantan Kepala Desa Eimau mengatakan Nikodemus Rihi Heke tunduk dan hormat pada pimpinan. Sebagai Wakil Bupati Ia tidak pernah ada masalah yang terjadi. Mereka sangat harmonis dan sangat akur. Ketika ada peralihan kepemimpinan karena Marthen Dira Tome tersandung kasus hukum dan digantikan oleh Nikodemus, Pendeta Imanuel mengatakan Nikodemus menunjukkan kapasitas kepemimpinannya.

“ Hanya beberapa tahun saja beliau memimpin sudah banyak kemajuan yang terjadi di Sabu. Infrastruktur jalan begitu cepat hanya dalam waktu satu dua tahun. Dalam kepemimpinan beliau sebagai Bupati tidak ada kebijakan yang kontroversial. Dengan DPRD juga tidak ada kontroversi kebijakannya. Kebapaan beliau seperti itu yang saya lihat. Kita tidak butuh orang yang pintar-pintar amat tapi kita butuh pemimpin yang buat pernyataan yang menimbulkan konflik. Selama ini kami memandang bapak Nikodemus Rihi Heke itu sebagai figur yang betul-betul punya hati bapa,” ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, Nikodemus tidak pernah membenci orang. Bahkan Ia sebagai tokoh masyarakat pun ketika membaca lewat media, Nikodemus banyak dihujat dan dihina serta dimaki-maki, tapi tidak pernah mmembalas. Nikodemus kata Pendeta Imanuel selalu mengalah dan menerima apa yang orang sampaikan. Hal seperti itu yang memiliki hati kebapaan dan sangat mencirikan sebagai pemimpin. Pintar tapi punya hati kebapaan dan tidak mau membuat pernyataan-pernyataan yang membuat orang lain resah.

“ Bapa Nik itu tidak pernah menjelekan pihak lain dari pernyatan-pernyataan dimedia. Sebagai tokoh masyarakat, kami menilai beliau sangat menyejukkan dalam tindakan, perbuatan dan kata-kata. Ia sangat baik sebagai pemimpin di Sabu Raijua. Kami menemukan itu dalam pribadinya, seperti yang saya tahu. Bapa Nik ditengah masyarakat juga tidak pernah terdengar hal-hal yang sangat ada persoalan. Apalagi beliau juga sebagai seorang birokrat ulung. Kami juga masyarakat melihat dalam kebijakan-kebijakan itu tidak kebijakan yang berdampak hukum. Kebijakannya tidak pernah ada yang terlibat dalam proses hukum,” ujar Pendeta Imanuel.

Pendeta Imanuel sangat memuji keteladanan yang ditunjukkan oleh Nikodemus Rihi Heke dalam pengalamannya sebagi
seorang birokrat. Dalam Kiprahnya kata dia, Nikodemus tidak sembarangan dan tidak terpengaruh dengan orang lain. Ia pernah menjadi Inspektorat dan sangat berhati-hati dalam melakukan kebijakan.
“ Dari sisi penampilan beliau sangat kalem, mungkin orang melihatnya tidak bersemangat tapi disisi lain punya tempramen berbeda. Ia sangat pasti dalam memimpin. Biarpun ada masyarakat yang tidak setuju dan memiliki pendapat yang beragam tapi beliau bekerja sangat baik dan hingga saat ini belum ada permasalahan hukum.(Tim)

Berita Terkait

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang
Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik
Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT
Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual
Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan
Wali Kota Kupang Tantang Anak Muda Adu Gagasan, Solusi Terbaik Bisa Jadi Kebijakan
31 Atlet Kempo Kota Kupang Dilepas ke Badung, Wali Kota Pesan Tampil dengan Mental Petarung

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Apresiasi Pemerintahan Wali Kota Kupang, DPD IMM NTT Gelar Diskusi Publik

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Dukung Rp100 Juta, Wali Kota Christian Widodo Siapkan Fasilitas untuk Pesparawi Perdana GMIT

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sempat Gagal Salur, 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Akhirnya Bisa Dibagikan Manual

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bedah Buku Romo Leo, Wali Kota Kupang Bicara tentang Warga yang Terpinggirkan

Berita Terbaru