Kupang, NTTPedia.id,- Tahun pertama kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emmanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma mulai menunjukkan arah kerja yang tegas khususnya di sektor infrastruktur jalan.
Di tengah keterbatasan fiskal yang juga dialami banyak daerah di Indonesia, Pemerintah Provinsi NTT tetap mampu menjaga ritme pembangunan melalui pengerjaan 32 ruas jalan provinsi yang tersebar di berbagai wilayah.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembangunan ini menjadi fondasi awal dalam mempercepat konektivitas antarwilayah serta membuka akses di daerah-daerah yang selama ini terisolasi. Penanganan ruas jalan dilakukan secara merata di berbagai wilayah.
Di Pulau Sumba mencakup ruas Bondokodi–Waitabula, SP Patiala–Wetana, serta Malahar–Praipaha. Di daratan Timor, pekerjaan dilakukan pada ruas Betun–Motamasin dan SP Velaus–Kusa. Sementara di Timor Selatan, penanganan menyasar ruas Batu Putih–Panite, Panite–Kolbano, serta rekonstruksi SP Nikiniki–Wenlasi.
Di wilayah Flores dan Lembata, pembangunan meliputi ruas Hepang–Sikka, Bealaing–Wairasan, SP Cumbi–Iteng, SP Ngorang–Terang, Labuan Kelambu–Riung, Ndona–Sokoria, Bologai–Betukeli, Bolovona–Ndona, Airamo–Kaburia, hingga Balaurin–Bairiang. Selain itu, rekonstruksi juga dilakukan pada ruas Waepare–Bola, Poma–Bajawa, serta Batoviti–Waiklibang.
Sementara itu, di wilayah kepulauan dan Kabupaten Kupang, penanganan mencakup ruas Ba’a–Batupua, Welamasi–SP Sulamu, Seba–Ege, Batutuku–Mataraben, Kalabahi–Kokar, serta rehabilitasi ruas SP Patung Sonbai–Belo. Di Kota Kupang, pekerjaan dilakukan pada ruas SP Polda–SP Patung El Tari serta Jalan Yos Sudarso dan sejumlah ruas jalan dalam kota.
Namun, langkah pembangunan ini tidak lepas dari tantangan. Pada Tahun Anggaran 2025, Provinsi NTT tidak mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat, sehingga ruang fiskal menjadi semakin terbatas.
Meski demikian, pemerintahan Melki–Johni tetap melanjutkan pembangunan dengan melakukan konsolidasi anggaran secara cermat. Sumber pendanaan seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), serta Dana Insentif Daerah (DID) serta Silpa dimaksimalkan untuk menjaga keberlanjutan proyek infrastruktur prioritas.
Strategi ini dinilai sebagai langkah adaptif dan terobosan fiskal yang efektif di tengah tekanan anggaran.
Pengerjaan sejumlah ruas jalan provinsi di NTT menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Di bawah kepemimpinan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata tetapi bagian dari strategi besar dalam kerangka Dasa Cita.
Pembangunan jalan ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membuka keterisolasian wilayah. Sejumlah ruas strategis yang selama ini sulit diakses kini mulai dikerjakan, menghubungkan desa-desa dengan pusat ekonomi dan layanan publik.
Seperti diikuti Dasa Cita Melki-John, infrastruktur jalan menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan sektor lain. Akses yang semakin baik memungkinkan distribusi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan berjalan lebih lancar. Dampaknya, biaya logistik menurun dan pendapatan masyarakat berpotensi meningkat.
Selain itu, pembangunan jalan juga memperkuat konektivitas antarwilayah perdesaan. Desa yang sebelumnya terisolasi kini mulai terhubung, membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi masing-masing daerah.
Tak hanya itu, kehadiran jalan yang layak juga berdampak langsung pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Masyarakat kini lebih mudah menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan, sekaligus memiliki akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi.
Dampak pembangunan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Perbaikan jalan tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mempercepat mobilitas serta membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Sejumlah masyarakat yang berada di sepanjang ruas jalan Provinsi mengucapkan Terima kasih kepada Melki-Johni yang sudah meretas pembangunan jalan yang berimplikasi pada peningkatan ekonomi melalui konektifitas antar wilayah.
” Sekarang waktu tempuh lebih singkat, sekitar satu jam sudah sampai. Jalan juga lebih nyaman dilalui dibanding sebelumnya,” ujar salah warga seperti dikutip NTTPedia.id melalui akun Tiktok Emanuel Melkiades Laka Lena, Senin, 27/04/2026.
Warga lainnya juga merasakan perubahan signifikan setelah jalan diperbaiki. Menurutnya sebelum jalan diperbaiki, mereka kesulitan akses Namun kesulitan itu kini sudah teratasi berkat tangan dingin pemerintah bisa membangun jalan meski DAK fisik tidak lagi dikucurkan oleh pemerintah pusat.
” Dulu jalan kami rusak dan sulit dilewati. Sekarang sudah bagus, kami sangat terbantu dalam aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Di wilayah Gaura, Kabupaten Sumbawa Barat, masyarakat menyebut pembangunan jalan membawa dampak besar bagi kehidupan mereka.
” Masyarakat Gaura sekarang sudah merasakan jalan yang baik. Dulu sangat sulit kami lewati, sekarang sudah jauh lebih bagus. Kami berharap pembangunan ini bisa terus berlanjut,” kata seorang warga.
Tak hanya itu, di daerah dengan potensi pariwisata, perbaikan jalan dinilai turut mendorong kunjungan wisatawan.
” Kami sangat senang karena daerah kami tujuan wisata. Dengan jalan yang bagus, akses menuju taman laut jadi lebih mudah dan tamu bisa datang dengan nyaman,” ujar warga lainnya.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sebuah kesempatan selalu mengatakan Pemerintah Provinsi NTT dibawah pemerintahan Melki-Johni akan terus mewujudkan janji kampanye termasuk pembangunan infrastruktur jalan.
” Akan terus menjadi prioritas sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah dan menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dan kesejahteraan masyarakat NTT semakin nyata, ” jelasnya. (AP)














