Ekosistem Ultra Mikro Akselerasi Inklusi Keuangan, Per Hari rata-rata 50 Orang Buka Tabungan Emas di Kantor BRI

- Jurnalis

Rabu, 3 November 2021 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,– Holding Ekosistem Ultra Mikro yang resmi terbentuk pada 13 September 2021 lalu antara BRI, Pegadaian, dan PNM mulai memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan bahwa perseroan telah menerapkan strategi post integration yang berfokus pada integrasi jaringan kantor dan produk.

Dari sisi integrasi jaringan kantor, tahun ini direncanakan akan terdapat 100 co-location SENYUM (Sentra Layanan Ultra Mikro) di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk memberikan kemanfaatan dan layanan yang lebih mudah kepada masyarakat.

“Loh dulu BRI kok sekarang SENYUM, lah itu memang membuat senyum, tujuannya membuat senyum seluruh masyarakat pelaku ultra mikro. Di sini adalah sentra layanan ultra mikro. Layanan yang terpadu, di situ ada layanan BRI, layanan Pegadaian dan layanan PNM. Mau gadai, mau nabung emas, mau ngajuin kredit ultra mikro ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok, mau mengajukan KUR? Ya bisa di dalam satu tempat,” urainya.

Selain itu, BRI juga telah mengembangkan Aplikasi UMi Corner, yang memungkinkan BRI, Pegadaian, dan PNM saling mereferensikan dari para pekerja tiga entitas sehingga dampaknya positif.

“Saat ini per hari tercatat rata-rata 50 orang sudah membuka tabungan emas, atau pun melakukan gadai, atau cicil emas juga di co-location SENYUM ini. Hal ini tentunya merupakan bukti nyata awal dari upaya percepatan inklusi keuangan yang sekarang 76% menjadi 90% di tahun 2025,” jelas Catur.

“Integrasi dari 3 entitas BRI, Pegadaian dan PNM akan memberikan integrasi outlet yang akan lebih dapat dijangkau oleh masyarakat perilaku Ultra Mikro. Yang kedua adalah dari sisi produk. Dengan sinergi ini tentunya mereka akan mendapat produk yang lebih variatif. Yang berikutnya adalah bagaimana untuk para pelaku ultra mikro dengan adanya sinergi ini adalah mereka akan tercatat begitu masuk ke dalam ekosistem, maka usaha dia akan terpantau sehingga peluang agar mereka naik kelas akan menjadi lebih besar karena proses pemberdayaan yang berkelanjutan,” pungkasnya.(AP)

Berita Terkait

BI Rate Naik 5,50 Persen, Dirut Bank NTT Tegaskan Bunga Kredit UMKM dan KUR Tetap Aman
SPMB Online SMA/SMK NTT 2026/2027 Dimulai, Dinas Pendidikan NTT Minta Calon Murid Pahami Alur Pendaftaran
Misa Inkulturasi Bahasa Leragere Perdana Digelar di Jakarta, Jadi Tonggak Pelestarian Bahasa dan Budaya Leluhur
Dibangun Bersama Simon Petrus Kamlasi, Esther Meilany Siregar Kamlasi Resmikan PAUD Tuameta di TTS
Tembus Jalan Rusak di Pedalaman TTS, Esther Kamlasi Resmikan Gedung PAUD dan Janji Tambah Fasilitas Belajar
BBIS Noekele Kembali Produksi Ikan Konsumsi, DKP NTT Pasok 221 Kg Nila ke Pasar Kupang
DKP NTT Jemput Bola Digitalisasi Dokumen Kapal Nelayan Lewat e-BKP di Alor
Dokumen Hibah Dari Provinsial SVD Ke Keluarga Sadipun Adalah Benar

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:02 WIB

BI Rate Naik 5,50 Persen, Dirut Bank NTT Tegaskan Bunga Kredit UMKM dan KUR Tetap Aman

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:30 WIB

SPMB Online SMA/SMK NTT 2026/2027 Dimulai, Dinas Pendidikan NTT Minta Calon Murid Pahami Alur Pendaftaran

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:31 WIB

Misa Inkulturasi Bahasa Leragere Perdana Digelar di Jakarta, Jadi Tonggak Pelestarian Bahasa dan Budaya Leluhur

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:51 WIB

Dibangun Bersama Simon Petrus Kamlasi, Esther Meilany Siregar Kamlasi Resmikan PAUD Tuameta di TTS

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:06 WIB

Tembus Jalan Rusak di Pedalaman TTS, Esther Kamlasi Resmikan Gedung PAUD dan Janji Tambah Fasilitas Belajar

Berita Terbaru