Amatus Peta Bilang Guru Merupakan Garda Terdepan Bagi Kemajuan Pendidikan

- Jurnalis

Minggu, 28 November 2021 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Ketua PGRI Kabupaten Ende, Amatus Peta (Foto: Chen Rasi/NTTpedia.)

Eks Ketua PGRI Kabupaten Ende, Amatus Peta (Foto: Chen Rasi/NTTpedia.)

Ende,NTTPedia,- Eks Ketua PGRI Kabupaten Ende, Amatus Peta bilang Guru merupakan garda terdepan bagi kemajuan pendidikan. Karena itu, kata dia Guru harus terus berinovasi untuk menyesuaikan diri sesuai dengan perkembangan jaman.

Amatus mengatakan ini saat ditemui media NTTpedia.id di kediamannya Jalan Udayana, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Jumat (26/11/21).

Menurut Amatus disamping tuntutan kepada guru untuk terus berinovasi bagi kemajuan pendidikan, tidak sedikitnya persoalan yang sering dihadapi seorang guru sebagai pengajar dan pendidik dalam menjalankan tugasnya.

Dijelaskannya persoalan tersebut diantaranya tentang hak-hak guru yang belum mendapat tempat yang layak, baik soal kesejahteraan hidup, maupun porsi perjalanan dinas bagi seorang guru.

“Berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang guru, dua soal ini menjadi persoalan yang sering dihadapi seorang guru selain persoalan lainnya”, beber Amatus.

Ketika menyinggung soal keberadaa guru honorer, menurut Amatus Guru honor merupakan honor komite sekolah yang ditetapkan oleh komite sekolah sehingga menyangkut kesejahteraan hidup guru honor ditetapkan sesuai kondisi keuangan sekolah masing-masing.

“Gaji guru honor ditetapkan tidak seragam, tergantung kondisi keuangan di sekolah masing-masing”, tutur Amatus.

Dengan melihat persoalan yang dialami guru honor, di hari ulang tahun PGRI ini, Amatus berharap agar organisasi PGRI menjadi jembatan untuk menjawab aspirasi guru mengenai persoalan yang sering dihadapi guru dalam menjalankan tugasnya mencerdaskan anak bangsa.

Sebab,kalau berbicara soal guru, tegas Amatus, maka tidak ada dikotomi antara guru negeri dan guru swasta. Bagi Amatus semua guru punya tempat yang sama di dalam PGRI.

Sehingga, Amatus meminta agar gaji guru honor perlu diperhatikan secara baik berdasarkan Upah Minimun Regional (UMR) yang ada. Menurutnya Aspek lain yang perlu diperhatikan juga adalah proses pengangkatan guru honor menjadi PNS perlu mempertimbangkan masa kerjaa ataupun masa pengabdian dari guru yang bersangkutan.

“Saya juga melihat dalam pengangkatan PNS tergantung formasi yang di buka, padahal teman-teman guru honor sudah bekerja sangat luar biasa”, pungkasnya.

“Akhirnya saya mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan selamat pula buat PGRI. Saya menyadari bahwa di masa kepemimpinan saya PGRI agak sedikit redup. Tapi dengan kepengurusan baru ini kelihatan sudah sangat nampak. Semoga PGRI lebih baik kedepannya sehingga betul-betul menjadi representatif para guru”, ujar Amatus. (Chen02).

Berita Terkait

Hujan Deras Picu Banjir di Maukaro, Puluhan Rumah Warga Ende Terendam
Pelayanan Belum Memenuhi Standar, PDAM Tirta Ende mohon dukungan dan perhatian serius Pemerintah Daerah
Polres Ende Ungkap Kronologis Penganiayaan Warga Hingga Meninggal Oleh Oknum Polisi
Utang Proyek 49 Milyar Belum Dibayar, Puluhan Kontraktor di Ende Geruduk Kantor Bupati
Disela-Sela Penyampaian Visi Misi, Paket SIAGA Ungkap Keprihatinan Untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Ende Bergetar, Raja Moni, dan 6 Mosalaki Serta Ribuan Masyarakat  Sambut Paket SIAGA
Tiba di Ende, Relawan SIAGA Pawai Keliling Kota Bersama Simon Petrus Kamlasi- Adrianus Garu
Orang Tua Siswa SMA Penerima Beasiswa Paket SIAGA  di Nagekeo Tersenyum Bahagia

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:14 WIB

Hujan Deras Picu Banjir di Maukaro, Puluhan Rumah Warga Ende Terendam

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:15 WIB

Pelayanan Belum Memenuhi Standar, PDAM Tirta Ende mohon dukungan dan perhatian serius Pemerintah Daerah

Sabtu, 1 November 2025 - 11:44 WIB

Polres Ende Ungkap Kronologis Penganiayaan Warga Hingga Meninggal Oleh Oknum Polisi

Rabu, 26 Maret 2025 - 20:11 WIB

Utang Proyek 49 Milyar Belum Dibayar, Puluhan Kontraktor di Ende Geruduk Kantor Bupati

Kamis, 7 November 2024 - 00:37 WIB

Disela-Sela Penyampaian Visi Misi, Paket SIAGA Ungkap Keprihatinan Untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Berita Terbaru