Dinas Pendidikan NTT Beri Sanksi Tegas Bagi Guru di Matim Yang Mangkir Dari Tugas

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo. (Foto : Bakti)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo. (Foto : Bakti)

Kupang, NTTPedia.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT akan memberikan sanksi yang tegas bagi salah satu guru yang mangkir dari tugas di salah satu SMA di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Guru bernama Agustinus Galvan Daroly tersebut merupakan tenaga pengajar di SMKN I Borong.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo mengatakan pihaknya tidak bungkam dengan tindakan indisipliner tersebut hanya belum ditanggapi secara resmi.

 

Ambrosius membantah anggapan bahwa pihaknya bungkam terhadap isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa belum adanya respon sebelumnya bukan karena pembiaran, melainkan karena belum sempat menanggapi secara resmi.

 

“Aturan disiplin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) itu berlaku sama untuk semua. Siapa pun yang tidak taat akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat, 16 Mei 2025.

 

Terkait kasus Agustinus Galvan Daroly, Ambrosius mengungkapkan bahwa sanksi disiplin ringan berupa teguran telah diberikan oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Borong. Namun, karena yang bersangkutan hingga kini belum masuk kerja, pihak dinas akan menindaklanjutinya dengan sanksi disiplin tingkat sedang.

 

“Langkah konkret yang akan kami ambil adalah pemblokiran sementara gaji yang bersangkutan. Gaji hanya akan dibuka kembali jika ia sudah mulai masuk kerja,” tambahnya.

 

Ambrosius juga menegaskan bahwa langkah yang diambil semata-mata adalah bagian dari penegakan disiplin ASN dan tidak berkaitan dengan hal-hal lain.

 

“Kalau selama ini belum ada tindakan lanjutan, itu karena kami belum menerima laporan resmi dari pihak sekolah. Kami masih menunggu data valid dari sekolah terkait ketidakhadiran yang bersangkutan,” ujarnya.

 

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT memastikan akan bertindak tegas dalam menegakkan kedisiplinan sesuai ketentuan yang berlaku, guna menjaga integritas dan profesionalisme dilingkungan pendidikan.(AP)

Berita Terkait

Perayaan Paskah dan HUT ke-28 GMIT Moria Liliba, Wawali Kupang Soroti Toleransi dan Kepedulian Sosial
OJK Tuntaskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal, Perkuat Daya Tarik Global
Tertib di Ruang Digital, Dinas Pendidikan NTT Keluarkan Surat Pemberitahuan Untuk Siswa dan Tenaga Kependidikan 
Kemendagri Paparkan Strategi Peningkatan PAD, Walikota Kupang Dorong Relaksasi Kebijakan
Wali Kota Kupang Wakili 15 Kepala Daerah NTT saat Penyerahan LKPD 2025 ke BPK
Perkuat Resiliensi Bencana, BEM PT Undana Gaungkan Kepemimpinan Perempuan di IWD 2026
Undana Dapat 103 Formasi CPNS 2026, Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Akademik
SNPMB Perketat Seleksi, Lokasi UTBK 2026 Diacak dalam Satu Wilayah

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 13:32 WIB

Perayaan Paskah dan HUT ke-28 GMIT Moria Liliba, Wawali Kupang Soroti Toleransi dan Kepedulian Sosial

Kamis, 2 April 2026 - 20:41 WIB

OJK Tuntaskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal, Perkuat Daya Tarik Global

Kamis, 2 April 2026 - 12:25 WIB

Tertib di Ruang Digital, Dinas Pendidikan NTT Keluarkan Surat Pemberitahuan Untuk Siswa dan Tenaga Kependidikan 

Rabu, 1 April 2026 - 15:55 WIB

Kemendagri Paparkan Strategi Peningkatan PAD, Walikota Kupang Dorong Relaksasi Kebijakan

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:24 WIB

Wali Kota Kupang Wakili 15 Kepala Daerah NTT saat Penyerahan LKPD 2025 ke BPK

Berita Terbaru