Pertamina Patra Niaga Hadirkan Hoist Crane Dukung Efisiensi Pengelolaan Sampah di Kota Kupang

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari Kupang kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan keselamatan kerja melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Kampung Berseri (Bersih Sehat Asri El Tari).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Bank Sampah Mutiara Timor (BSMT), Pertamina Patra Niaga AFT El Tari menyerahkan satu unit Hoist Crane, serta menyelenggarakan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada Bank Sampah Mutiara Timor yang merupakan mitra binaan CSR perusahaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, AFT Manager El Tari Ahmad Hidayah, Ade Suharso selaku Kepala Bidang Wilayah III Pusdal KLH/BPLH RI, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang Achmad Likur, serta Lurah Maulafa, Yanto Sapay.

Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pertamina Patra Niaga AFT El Tari atas kontribusinya terhadap upaya pengelolaan lingkungan di Kota Kupang.

“Bantuan Hoist Crane dan pelatihan K3 bagi para pekerja Bank Sampah Mutiara Timor bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga langkah konkret memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ujarnya.

Menurut Serena Francis, keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan Kota Kupang yang hijau dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat adalah kunci keberlanjutan program seperti ini,” tegasnya.

AFT Manager AFT El Tari Kupang Ahmad Hidayah mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendorong pengelolaan sampah yang aman, efisien, dan bernilai tambah.

Penggunaan Hoist Crane akan membantu mempercepat proses pengangkutan sampah, menurunkan risiko cedera akibat beban berat, serta meningkatkan produktivitas pekerja.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan sampah tidak hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di lapangan,” ungkap Ahmad Hidayah.

“Bantuan Hoist Crane dan pelatihan K3 ini kami harapkan dapat meningkatkan efisiensi serta keselamatan kerja di Bank Sampah Mutiara Timor. Pekerja bank sampah adalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota, mereka layak mendapatkan fasilitas dan pelatihan yang menjamin keselamatan dan kesehatan kerja,” tambahnya.

Meilsi Anita Mansula selaku Direktur Bank Sampah Mutiara Timor mengungkapkan, bantuan ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi operasional bank sampah.

Sebelum adanya Hoist Crane, proses pemindahan balling press dilakukan secara manual oleh 4–5 pekerja dan membutuhkan waktu hingga 15 jam untuk satu kali pemindahan. Kini dengan bantuan alat tersebut, proses serupa hanya memakan waktu sekitar 5 jam dan melibatkan 2 pekerja saja.

“Selain mempercepat waktu kerja, risiko cedera akibat aktivitas manual juga bisa ditekan. Para pekerja tidak lagi perlu istirahat pemulihan keesokan harinya karena kelelahan. Intervensi ini menjadi bentuk inovasi sosial yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keberlanjutan dalam sistem ekonomi sirkular yang dijalankan oleh Bank Sampah Mutiara Timor,” jelas Meilsi.

Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menambahkan, program ini sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya pada aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui program Kampung Berseri ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Kepedulian bersama adalah kunci menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif,” ungkap Ahad.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal, program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi efektif dalam mengatasi persoalan sampah di perkotaan serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi para penggerak ekonomi hijau di Nusa Tenggara Timur.

Berita Terkait

Puluhan Siswa di Amanuban Selatan Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Hardiknas 2026 Dipusatkan di Fatukoa, Wali Kota Kupang Soroti Momentum Kunjungan Menteri
Kepatuhan Pajak Jadi Sorotan, Wali Kota Kupang Minta ASN Jadi Teladan
Donasi dan Rumah Singgah, Keluarga NTL : Terima Kasih Pak Gubernur
Didukung Gubernur NTT, Donasi Rp19,25 Juta untuk NTL Terkumpul, Diserahkan Oleh Cabang Dinas Pendidikan
Pererat Sinergi, Kapolda NTT Ajak Media Angkat Potensi Wisata Gua Kristal
Lantik 170 Pejabat, Wali Kota Kupang Dorong Birokrasi Inovatif dan Solid

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIB

Puluhan Siswa di Amanuban Selatan Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Kamis, 30 April 2026 - 21:47 WIB

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kamis, 30 April 2026 - 16:13 WIB

Hardiknas 2026 Dipusatkan di Fatukoa, Wali Kota Kupang Soroti Momentum Kunjungan Menteri

Rabu, 29 April 2026 - 19:44 WIB

Donasi dan Rumah Singgah, Keluarga NTL : Terima Kasih Pak Gubernur

Rabu, 29 April 2026 - 17:07 WIB

Didukung Gubernur NTT, Donasi Rp19,25 Juta untuk NTL Terkumpul, Diserahkan Oleh Cabang Dinas Pendidikan

Berita Terbaru

Berita

Sambut Mayday, Polda NTT Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:47 WIB