Diduga 14 Ribu Warga NTT Jadi Korban Investasi Bodong VIR 

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak pada layar muka aplkasi VIR Indonesia yang dikirimkan oleh satu korban investasi bodong yang merugikan ribuan warga NTT. Foto: tangkapan layar

Tampak pada layar muka aplkasi VIR Indonesia yang dikirimkan oleh satu korban investasi bodong yang merugikan ribuan warga NTT. Foto: tangkapan layar

Kupang, NTTPedia.id,- Korban aplikasi investasi bodong VIR Indonesia terus mencuat. Informasi yang dihimpun NTTPedia.id, menyebutkan jumlah korban di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mencapai 14 ribu orang. Investasi yang mengklaim bergerak pada bisnis daur ulang sampah itu kini dituding sebagai skema penipuan yang merugikan ribuan warga dengan nilai kerugian hingga miliaran rupiah.

 

Salah satu korban berinisial TS, mengaku kehilangan uang sebesar Rp26 juta setelah tergiur iming-iming bonus harian dan komisi besar dari aplikasi tersebut. TS menuturkan bahwa ia mulai curiga ketika pencairan keuntungan mulai tersendat dan pihak aplikasi terus menekan anggota untuk membayar pajak sebelum bisa menarik dana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

” Awalnya lancar, setiap hari ada bonus masuk. Tapi setelah dana di aplikasi sudah banyak, mereka bilang harus bayar pajak dulu. Saya tidak mau bayar pajak dan uang tetap tidak bisa dicairkan. Total saya hilang Rp26 juta,” ungkap TS kepada NTTPedia.id, Sabtu, 15/11/2025.

Baca Juga :  Melki Jajaki Sister Province dan Sister City NTT- Jiangxi, Kupang-Nanchang, Belu- Jinggangshan Dengan Tiongkok

 

Menurut TS, tekanan dari admin grup VIR semakin kuat ketika banyak anggota mulai mengeluh. Beberapa anggota bahkan mengaku diancam akunnya akan disuspend jika tidak membayar pajak tambahan.

 

” Ternyata yang bayar pajak juga pada akhirnya komisi bersama modal tetap tidak kembali. Saya sudah tidak percaya lagi ketika mereka persoalkan pajak, ” ujarnya.

 

TS menyatakan ia dan banyak korban lainny ikut dalam grup WhatsApp berisi anggota yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan. Grup whatsapp VIR di NTT tak hanya satu saja tetapi sangat banyak dan dikendalikan oleh masing-masing ketua kelas yang merekrut anggota.

 

TS mewakili para korban mendesak pemerintah daerah aparat penegak hukum, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera turun tangan mengusut dugaan penipuan berkedok aplikasi investasi tersebut.

 

Sementara itu LH yang juga satu korban mengaku tidak peduli lagi dengan aplikasi VIR Indonesia. LH sesudah membayar pajak komisinya tetap tidak cair. Namun LH tidak berkecil hati karena Ia telah meraup untung jutaan rupiah.

Baca Juga :  VIR Kembali Buka Operasional Tapi Saldo dan Komisi Raib

 

” Saya memang tidak rugi bos. Saya bermain pakai otak bukan napsu, saya tidak pernah melakukan upgrade ke level apapun sejak mendaftar. Begitu komisi sudah mencapai ambang untung penarikan, saya tarik komisi ke rekening, “ujarnya.

 

Sementara itu, NTTPedia.id terus melakukan penelusuran untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak pengelola VIR Indonesia di NTT. Hingga berita ini diturunkan, sosok Erwin yang diduga menjadi dalang tidak merespon pesan teks dan panggilan telepon. Pesan whatsapp yang dikirimkan sudah centang dua namun tidak dibalas oleh Erwin.(AP)

 

Catatan Redaksi

Jumlah 14 ribu warga NTT yang menjadi korban investasi bodong VIR Indonesia masih sebatas klaim. Angka itu masih terus dikonfirmasi ke Erwin yang menjadi Leader VIR Indonesia di NTT. Ikuti terus update berita dari NTTPedia.id, Berita dan Ensiklopedia Seputar Nusa Tenggara Timur. 

 

Berita Terkait

Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sampaikan Duka Meninggalnya Ibunda AMR, Minta Komdigi Awasi Akun Penyebar Fitnah
Tertekan Unggahan Fitnah di TikTok Lika Liku NTT, Ibu Kandung AMR Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
Pengelola KHDTK Oelsonbai Belum Bersuara Usai Sebagian Kawasan Dirambah Kontraktor
Polda NTT Bentuk Direktorat Reskrim PPA-PPO, Polwan Senior Ditunjuk Jadi Direktur
Pesan Cewek Via Aplikasi Michat, Pria di Ende Malah Meninggal Dalam Kamar Hotel
Korupsi RPH Sumlili, Kantor Dinas Koperasi NTT Digeledah Jaksa
Oknum Polisi di Kupang Tega Cabuli Anak Tirinya Saat Istri Tidak Berada di Rumah 
Aksi Kejar-kejaran dan Kontak Senjata Warnai Patroli Perburuan Rusa di TN Komodo

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:27 WIB

Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Novanto Sampaikan Duka Meninggalnya Ibunda AMR, Minta Komdigi Awasi Akun Penyebar Fitnah

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:02 WIB

Pengelola KHDTK Oelsonbai Belum Bersuara Usai Sebagian Kawasan Dirambah Kontraktor

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:30 WIB

Polda NTT Bentuk Direktorat Reskrim PPA-PPO, Polwan Senior Ditunjuk Jadi Direktur

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:50 WIB

Pesan Cewek Via Aplikasi Michat, Pria di Ende Malah Meninggal Dalam Kamar Hotel

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:00 WIB

Korupsi RPH Sumlili, Kantor Dinas Koperasi NTT Digeledah Jaksa

Berita Terbaru