UPTD Tekkomdik Hadirkan Buku Peta Pendidikan NTT, Potret Lengkap Sekolah, Guru dan Siswa

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Kepala UPTD Tekkomdik Disdikbud NTT, Martina Hartini Bere ketika berdiskusi dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni. Terlihat Wakil Gubernur NTT serius menyimak isi buku Peta Satuan Pendidikan NTT

Kepala UPTD Tekkomdik Disdikbud NTT, Martina Hartini Bere ketika berdiskusi dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni. Terlihat Wakil Gubernur NTT serius menyimak isi buku Peta Satuan Pendidikan NTT

Kupang, NTTPedia.id,- Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerbitkan Buku Peta Satuan Pendidikan, Guru dan Tenaga Kependidikan di Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

 

Buku yang diterbitkan pada April 2026 itu memuat data pendidikan SMA, SMK dan SLB di seluruh wilayah NTT dengan sumber utama Dapodik per 3 April 2026. Data tersebut disajikan sebagai dasar perencanaan, evaluasi, pemerataan layanan pendidikan hingga pengambilan kebijakan berbasis data.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo menyebut pengelolaan organisasi modern membutuhkan data sebagai pedoman perencanaan dan proyeksi masa depan.

 

Ia mengatakan buku tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan pendidikan sekaligus membantu meningkatkan transparansi dan akses informasi pendidikan di NTT.

 

” Buku ini dapat berkontribusi untuk akses informasi, transparansi dan sebagai sumber yang membantu perencanaan serta turut ambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di NTT,” kata Ambrosius Kodo belum lama ini di Kupang.

 

Sementara itu, Kepala UPTD Tekkomdik Disdikbud NTT, Martina Hartini Bere menjelaskan buku tersebut memetakan kondisi satuan pendidikan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, jumlah siswa hingga rasio pendidikan di seluruh wilayah NTT.

Menurut Martina, buku itu disusun untuk mendukung pengembangan pendidikan berbasis data dan digitalisasi pendidikan di NTT.

 

Berdasarkan data yang dipublikasikan, total satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di NTT mencapai 1.040 sekolah. Jumlah tersebut terdiri dari 627 SMA, 364 SMK dan 49 SLB.

 

Dari total itu, sebanyak 620 sekolah berstatus negeri dan 420 sekolah berstatus swasta. SMA menjadi jenjang pendidikan dengan jumlah sekolah terbanyak di NTT.

Pada jenjang SMA, terdapat 401 sekolah negeri dan 226 sekolah swasta. Sementara pada jenjang SMK terdapat 183 sekolah negeri dan 181 sekolah swasta, menunjukkan komposisi yang relatif berimbang antara negeri dan swasta.

Sedangkan pada jenjang SLB hanya terdapat 49 sekolah yang terdiri dari 36 SLB negeri dan 13 SLB swasta.

 

Data tersebut juga menunjukkan distribusi sekolah antarwilayah di NTT belum merata. Kabupaten Kupang menjadi daerah dengan jumlah SMA terbanyak yakni 63 sekolah, disusul Timor Tengah Selatan sebanyak 58 sekolah, Manggarai Timur 46 sekolah dan Kota Kupang 44 sekolah.

 

Sementara jumlah SMK terbanyak berada di Kabupaten Sumba Barat Daya dengan 43 sekolah, Timor Tengah Selatan 36 sekolah dan Kabupaten Kupang 31 sekolah.

Untuk layanan pendidikan khusus, jumlah SLB masih sangat terbatas. Kabupaten Sikka dan Kota Kupang tercatat memiliki jumlah SLB terbanyak dengan masing-masing lima sekolah.

 

Sebaliknya, wilayah seperti Sabu Raijua, Sumba Tengah dan Rote Ndao masih memiliki jumlah satuan pendidikan yang relatif rendah.

 

Selain memetakan sekolah, buku tersebut juga memuat data tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di NTT.

 

Jumlah pendidik SMA, SMK dan SLB di NTT tercatat mencapai 27.498 orang. Sedangkan tenaga kependidikan berjumlah 4.460 orang. Dengan demikian total sumber daya manusia pendidikan di NTT mencapai 31.958 orang.

 

Jenjang SMA menjadi penyumbang jumlah guru terbesar dengan 17.086 pendidik. Disusul SMK sebanyak 9.643 guru dan SLB sebanyak 769 guru.

 

Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Manggarai Timur dan Kota Kupang menjadi wilayah dengan jumlah pendidik terbesar di NTT.

 

Data juga menunjukkan sekolah negeri masih mendominasi penyediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dibanding sekolah swasta.

 

Selain guru dan tenaga kependidikan, buku tersebut mencatat jumlah peserta didik SMA, SMK dan SLB di NTT mencapai 289.352 siswa.

 

Jumlah itu terdiri dari 143.173 siswa laki-laki dan 146.179 siswa perempuan. Secara keseluruhan jumlah siswa perempuan sedikit lebih banyak dibanding laki-laki.

Jenjang SMA memiliki jumlah peserta didik terbesar yakni 195.637 siswa atau sekitar 67,61 persen dari total siswa di NTT. Sementara SMK memiliki 90.152 siswa dan SLB sebanyak 3.563 siswa.

 

Pada jenjang SMA, jumlah siswa perempuan lebih dominan, sedangkan pada SMK dan SLB jumlah siswa laki-laki lebih banyak dibanding perempuan.

 

Buku tersebut juga memuat rasio pendidikan. Pada jenjang SLB, rasio guru terhadap siswa tercatat 1:5 yang menunjukkan layanan pendidikan lebih individual dan intensif.

 

Sementara pada jenjang SMA, rasio rombongan belajar terhadap siswa mencapai 1:31 yang menggambarkan kapasitas kelas relatif besar.

 

Dalam rekomendasinya, buku tersebut menekankan pentingnya pemerataan pendidik dan tenaga kependidikan antarwilayah di NTT, terutama di daerah yang jumlah SDM pendidikannya masih rendah seperti Sumba Tengah, Sabu Raijua dan Rote Ndao.

 

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong memperkuat distribusi guru berdasarkan jenjang pendidikan serta meningkatkan jumlah tenaga kependidikan agar layanan administrasi dan operasional sekolah berjalan lebih optimal.

 

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi kehadiran Buku ini. Orang nomor satu di NTT ini mengatakan buku tersebut bisa dijadikan dasar dalam penyusunan formasi, redistribusi pegawai, monitoring rasio guru dan pengembangan kebijakan pendidikan berbasis data di NTT.(AP)

 

 

Berita Terkait

Pakar Hukum Sebut Penggusuran Rumah Janda Oleh Bupati Ende Cacat Hukum
SPK Tawarkan Bangunan Ibadah Modular untuk Wilayah Terpencil dan Rawan Bencana
Bupati Ende Naik Pitam Lalu Kabur Saat Berdebat dengan Aktivis GMNI Soal Penggusuran Rumah Janda
GMNI dan LMND Sebut Bupati Ende Lakukan Penggusuran Ilegal Terhadap Rumah Janda
Melki-Johni Hadirkan SMA di Pulau Terpencil Alor, Anak-anak Tak Lagi Bertaruh Nyawa ke Sekolah
Wakil Wali Kota Kupang Temui Wamenkes, Bahas Cath Lab Jantung hingga Rumah Medis Spesialis
Provinsial SVD Ende Sebut Lokasi Penggusuran Pernah Diberikan sebagai Tanah Hibah kepada Keluarga Adriana Sadipun
Ribuan Pengantar Diprediksi Padati Bandara El Tari, Angkasa Pura Siapkan Rekayasa Pelayanan Haji

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:54 WIB

UPTD Tekkomdik Hadirkan Buku Peta Pendidikan NTT, Potret Lengkap Sekolah, Guru dan Siswa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:32 WIB

Pakar Hukum Sebut Penggusuran Rumah Janda Oleh Bupati Ende Cacat Hukum

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:13 WIB

SPK Tawarkan Bangunan Ibadah Modular untuk Wilayah Terpencil dan Rawan Bencana

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:25 WIB

Bupati Ende Naik Pitam Lalu Kabur Saat Berdebat dengan Aktivis GMNI Soal Penggusuran Rumah Janda

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:20 WIB

GMNI dan LMND Sebut Bupati Ende Lakukan Penggusuran Ilegal Terhadap Rumah Janda

Berita Terbaru

Ultra cyclist sejenak terhibur oleh keramahan anak-anak di tengah upaya taklukkan tanjakan terjal di pulau Flores.

Bola & Sports

Ultra Cyclist Malang Ukir Sejarah di Lintang Flores 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:26 WIB