Inovasi SMKN 1 Maumere, Kompor Masak Roket Produk Non Bahan Bakar

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Teknik Pengelasan SMKN 1 Maumere, Frits Ray ketika melakukan menjelaskan kepada sejumlah wartawan tentang kompor roket non Bahan Bakar Minyak

Guru Teknik Pengelasan SMKN 1 Maumere, Frits Ray ketika melakukan menjelaskan kepada sejumlah wartawan tentang kompor roket non Bahan Bakar Minyak

Kupang, NTTPedia.id,- Kreativitas siswa dan guru di SMK Negeri 1 Maumere kembali melahirkan inovasi menarik. Melalui pembelajaran praktik, mereka berhasil mengembangkan produk kompor masak berbasis pipa yang mampu menghemat penggunaan bahan bakar khususnya minyak tanah.

 

Kompor masak yang diberi nama kompor roket ini dipamerkan dalam Gebyar SMA/SMK tingkat provinsi NTT yang berlangsung di alun-alun I.H.Doko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Gebyar ini berlangsung dalam sepekan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

 

Guru Teknik Pengelasan SMKN 1 Maumere, Frits Ray menjelaskan produk ini dibuat dari bahan sederhana seperti pipa besi. Meski terlihat sederhana, efisiensi yang dihasilkan cukup signifikan terutama jika diproduksi dalam jumlah banyak.

 

” Kalau kita produksi dalam skala kecil memang terlihat mahal, tapi kalau banyak, biaya bahan baku jadi lebih murah. Satu pipa bahkan bisa menghasilkan sampai lima unit, ” kata Fritz kepada sejumlah media di Kupang, Sabtu, 02/05/2026.

 

 

Frits menguraikan keunggulan utama alat ini terletak pada sistem pembakaran yang lebih terarah. Nyala api difokuskan pada satu titik, sehingga panas tidak terbuang percuma seperti pada metode pembakaran konvensional.

 

” Api yang dihasilkan lebih fokus, tidak menyebar ke mana-mana. Jadi pemakaian kayu jauh lebih hemat,” tambah Frits.

 

 

Frits melakukan demontrasi penggunaan kompor roket. Ia terlihat cekatan mengoperasikan kompor roket tersebut..Bahan bakar yang digunakan berupa potongan kayu kecil atau ranting. Dengan desain yang mengarahkan api masuk dan keluar melalui jalur tertentu, proses pembakaran menjadi lebih efisien dan stabil.

 

Selain itu, alat ini juga dimanfaatkan dalam proses pengolahan hasil praktik siswa, termasuk material seperti karet yang dapat dimasukkan ke dalam bagian tertentu dari alat tersebut.

 

Frits menjelaskan inovasi tersebut merupakan bagian dari metode pembelajaran berbasis praktik di SMK. Siswa tidak hanya diajarkan teori tetapi juga didorong untuk menciptakan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prototype Kompor Roket Non BBM

Sementara itu, perwakilan Setda Sikka, Tina Kelen, mengapresiasi inovasi tersebut. Ia menilai karya siswa SMK seperti ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, bahkan hingga ke tahap produksi massal.(AP)

Berita Terkait

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut
Gempa Flores Lumpuhkan UMKM, Julie Laiskodat Dorong Kemudahan Akses Kredit
Korban Gempa Flores Dimintai Uang Rp10 Ribu Saat Terima Bantuan, Staf Desa Beri Penjelasan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen

Berita Terbaru