Kupang, NTTPedia.id – Sebanyak 533 jamaah calon haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diberangkatkan dari Bandara Internasional El Tari Kupang menuju Embarkasi Surabaya, Minggu (10/5/2026).
Keberangkatan ratusan calon jamaah haji tersebut berlangsung penuh haru.
Terminal keberangkatan bandara dipadati keluarga dan kerabat yang mengantar para jamaah menuju Tanah Suci.
Tangis, pelukan hangat, dan doa mewarnai prosesi pelepasan.
Dari total jamaah yang diberangkatkan, sebanyak 33 orang merupakan jamaah lanjut usia (lansia).
Sebagian dari mereka diketahui telah menunggu selama 12 hingga 14 tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran proses keberangkatan jamaah.
“Kami mendukung seluruh proses mulai dari rapat koordinasi bersama Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTT hingga Lanud El Tari Kupang. Kami memastikan keamanan dan kenyamanan para calon jamaah haji di Bandara Internasional El Tari Kupang,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTT, Hasan Manuk, menjelaskan bahwa jamaah calon haji asal NTT tergabung dalam Kloter 80 dan 81 sehingga keberangkatan dilakukan dalam dua kelompok terbang.
“Sebanyak 533 jamaah tersebut termasuk dua Petugas Haji Daerah (PHD), satu pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 33 kuota khusus lansia,” jelas Hasan.
Ia menambahkan, para jamaah dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Makkah melalui Embarkasi Surabaya pada 12 Mei 2026 mendatang.
Menurut Hasan, jamaah calon haji asal NTT diberangkatkan melalui tiga bandara, yakni Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Tambolaka, dan Bandara El Tari Kupang.
Hasan juga mengingatkan para petugas haji dan pembimbing ibadah agar mengutamakan pelayanan kepada jamaah lanjut usia selama proses ibadah berlangsung.
“Kita berharap semua calon jamaah haji asal NTT yang berangkat menunaikan ibadah di Tanah Suci dapat pergi dan kembali dengan utuh serta dalam keadaan sehat,” tutupnya.














