Kupang, NTTPedia.id – Cuaca buruk yang terjadi sejak 13 Januari lalu membuat aktivitas pengiriman BBM ke Kabupaten Rote Ndao menjadi terkendala dikarenakan edaran larangan berlayar dari KSOP Kupang.
Namun, pasca-dilakukannya pemadaman dari PLN imbas menipisnya stok BBM untuk pembangkit, seluruh SPBU di Rote Ndao tetap beroperasi menggunakan genset dari pagi sampai dengan sore hari.
Area Manager Communication, Relations, & CSR, Ahad Rahedi mengatakan, imbas cuaca buruk yang terjadi beberapa pekan terakhir telah berdampak pada kendala distribusi energi di beberapa titik, termasuk Kabupaten Rote Ndao.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam proses distribusi, Pertamina masif laksanakan pemantauan di lapangan sebagai upaya memastikan stok mencukupi, termasuk koordinasi lintas sektor dalam rangka percepatan distribusi,” jelasnya, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Ahad, pihaknya telah melakukan penyesuaian penyaluran SPBU kepada masyarakat sejak Kamis lalu (22/1/2026) dengan pertimbangan untuk menjaga stok sembari menunggu update dari KSOP terkait izin berlayar kapal.
“Koordinasi dengan KSOP dan BMKG Rote Ndao terkait kendala cuaca buruk juga telah dilaksanakan untuk update berkala terkait persetujuan berlayar mengingat potensi kondisi stok kritis BBM di Pulau Rote,” katanya.
Paralel, Terminal BBM Tenau sebagai supply point telah mengajukan permohonan prioritas sandar dan loading, untuk kapal tujuan wilayah Rote Ndao, termasuk Sabu Raijua.
Koordinasi dengan Pemda Rote Ndao dan APH pun dilaksanakan upaya meminimalisir potensi penyalahgunaan seperti pelangsir dan melakukan blokir nopol bagi kendaraan yang terindikasi pelangsir.
“Terakhir seluruh SPBU telah diarahkan untuk menyalurkan BBM sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengutamakan penjualan kepada kendaraan,” tutup Ahad.
Pertamina menyampaikan terima kasih atas pengertian dan kesabaran masyarakat terhadap kejadian yang disebabkan oleh kendala cuaca, yang berdampak pada mobilisasi kapal yang mensuplai BBM ke Rote Ndao sehingga mengakibatkan terganggunya jadwal pengiriman BBM.














