Terjerat Kasus Penelantaran Istri dan Anak, Anggota DPRD Kota Kupang Ditahan Jaksa

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Kupang, NTTPedia.id – Setelah menjalani pemeriksaan tahap II di ruang Pidum Kejari Kota Kupang, Anggota DPRD Kota Kupang asal Partai Hanura, Mokris Lay resmi ditahan untuk 20 hari kedepan, Rabu (28/1/2026).

Mokris Lay yang mengenakan rompi tahanan berwarna oranye langsung digiring menuju mobil tahanan dan dibawa ke Rutan Kelas IIB Kupang, untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Gabungan Hanura, PSI, dan Perindo DPRD Kota Kupang ini ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penelantaran istri dan anak oleh penyidik Polda NTT.

Mokris Lay dijerat Pasal 49 huruf a juncto Pasal 9 ayat (1) Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kemudian, Pasal 77 B juncto Pasal 76 B Undang-Undang Perlindungan Anak Pidana, serta Pasal 428 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kasi Intel Kejari Kota Kupang, Hasbuddin mengatakan, tersangka dinilai tidak jujur memberikan keterangan sesuai dengan yang disangkakan.

“Tersangka akan ditahan 20 hari kedepan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kupang untuk segera disidangkan,” ungkapnya.

Hasbuddin juga menerangkan, tersangka ditahan karena dinilai bisa mengulangi perbuatannya terhadap korban, sebab sejak dari penyidikan hingga tahap dua hari ini kondisi korban masih seperti semula.

“Tidak jujur dalam memberikan keterangan menjadi pertimbangan kami melakukan penahanan terhadap tersangka,” jelasnya.

Kuasa hukum Mokris Lay, Rian Fan Frits Kapitan mengatakan, pihaknya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya.

“Pak Mokris dengan hati besar menerima penahanan itu, agar proses ini secepatnya mendapatkan kepastian hukum,” tutupnya.

Berita Terkait

Diduga Lakukan Pornoaksi terhadap Anak, Pria di Fatukoa Diamankan Tim Black Panter Polsek Maulafa
Ganggu Istirahat Warga, Polsek Maulafa Bubarkan Dua Pesta Musik Keras
Terungkap, Dana Penanganan Gempa Flores Terseret Dalam Dugaan Korupsi BNPB
Bupati Sabu Raijua Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan, Insiden Bermula dari Percakapan di Pantai
Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar
Pencurian Minimarket Beruntun di Kabupaten Kupang, Alfamart Babau Dibobol
Sempat Viral, Pengeroyokan Siswa SMA Efata  di Kabupaten Kupang Berakhir Damai 
SMSI NTT Kecam Dugaan Intimidasi Wartawan NTTHits, Polres TTU Bantah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Diduga Lakukan Pornoaksi terhadap Anak, Pria di Fatukoa Diamankan Tim Black Panter Polsek Maulafa

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Ganggu Istirahat Warga, Polsek Maulafa Bubarkan Dua Pesta Musik Keras

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Terungkap, Dana Penanganan Gempa Flores Terseret Dalam Dugaan Korupsi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Bupati Sabu Raijua Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan, Insiden Bermula dari Percakapan di Pantai

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar

Berita Terbaru