Kupang, NTTPedia.id,- Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mengaktifkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa. Setelah sempat vakum sejak tahun 2019, struktur kepengurusan UKM berbasis keagamaan kini telah terbentuk dan dijadwalkan akan segera dilantik.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., menjelaskan bahwa pelantikan pengurus akan dilaksanakan setelah masa libur berakhir. Langkah ini diambil untuk memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan integritas yang kuat sebagai bekal di masa depan.
Keberadaan organisasi kerohanian mahasiswa di Undana sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, kelompok-kelompok kerohanian aktif mewarnai dinamika kehidupan kampus. Namun sejak tahun 2019, organisasi tersebut tidak lagi berjalan sebagai unit resmi di bawah naungan universitas.
“Selain pendidikan akademik, pembentukan karakter mahasiswa sangat krusial. Melalui pembinaan spiritual, kami ingin memastikan mahasiswa memiliki nilai moral dan integritas yang kuat,” ujar Dr. Siprianus saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini di Kupang.
Dalam skema pembentukan kali ini, universitas membentuk UKM secara terpisah sesuai agama masing-masing guna mengoptimalkan pembinaan. Hingga saat ini, tiga UKM telah merampungkan struktur kepengurusannya dan siap dilantik, yakni UKM Kerohanian Islam, UKM Kerohanian Katolik, dan UKM Kerohanian Protestan.
Sementara itu, pembentukan UKM Kerohanian Hindu masih berada pada tahap penjajakan dan pengumpulan anggota. Pihak universitas mengaku telah berkomunikasi dengan mahasiswa Hindu, namun jumlah anggota yang siap bergabung masih terbatas. Jika telah memenuhi kuota, UKM Kerohanian Hindu akan segera dibentuk.
Sebagai organisasi kemahasiswaan resmi di tingkat universitas, UKM Kerohanian akan dipimpin langsung oleh mahasiswa dengan pendampingan dosen pembina. Organisasi ini berkedudukan setara dengan UKM lainnya di bawah sistem universitas dan tidak berada di bawah koordinasi organisasi mahasiswa tertentu.
Universitas menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk pendanaan kegiatan maupun penyediaan fasilitas kampus. Kehadiran UKM Kerohanian diharapkan tidak hanya menjadi ruang pengembangan spiritualitas mahasiswa, tetapi juga memperkuat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman lingkungan kampus. (IyL)














