PG-PAUD Undana Cetak Guru Tangguh untuk 3T, Siap Mengajar di Tengah Keterbatasan

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menegaskan komitmennya dalam mencetak guru tangguh untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

 

Melalui terobosan kurikulum berbasis realitas lapangan, lulusan dipersiapkan untuk tetap mampu mengajar secara optimal di tengah berbagai keterbatasan, mulai dari minimnya infrastruktur hingga akses teknologi.

 

Pendekatan ini menjadi pembeda utama PG-PAUD Undana dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya. Fokusnya bukan hanya pada penguasaan teori, tetapi pada kemampuan adaptasi di lapangan, termasuk menghadapi kondisi tanpa listrik dan jaringan internet, tanpa mengurangi kualitas pembelajaran bagi anak usia dini.

 

Koordinator Prodi PG-PAUD Undana, Sartika Kale, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan saat ini mengusung pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dengan penekanan pada strategi mengajar di daerah terisolir.

 

“Kami membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menciptakan solusi dari keterbatasan. Guru tidak boleh bergantung pada fasilitas modern, tetapi harus mampu mengembangkan metode belajar yang sesuai dengan kondisi daerah,” ujarnya.

 

Mahasiswa dilatih untuk berpikir kreatif dan kontekstual, sehingga mampu menjawab tantangan geografis dan sosial yang menjadi realitas di wilayah 3T, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Tidak hanya berbasis teori, proses pembelajaran di PG-PAUD Undana juga terintegrasi dengan hasil riset dosen dan mahasiswa yang telah terpublikasi di jurnal nasional dan internasional bereputasi.

 

Salah satu implementasinya adalah dokumentasi permainan tradisional dan cerita rakyat NTT yang dijadikan sebagai media pembelajaran. Mahasiswa terlibat langsung mendampingi guru di wilayah seperti Amfoang, Kupang Barat, dan Kupang Timur untuk mengangkat kearifan lokal ke dalam proses belajar anak usia dini.

 

Selain pendidikan dan riset, aspek pengabdian masyarakat juga menjadi fokus utama. PG-PAUD Undana aktif membina sejumlah lembaga PAUD di Kabupaten Kupang melalui pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dan penilaian perkembangan anak.

 

Kolaborasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga swadaya masyarakat. Program mahasiswa tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, seperti pendampingan pengurusan akta kelahiran anak, edukasi kesehatan seksual, hingga pemenuhan gizi anak.

 

“Kami ingin lulusan kami tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga hadir sebagai solusi di tengah masyarakat,” tambah Sartika.

 

Saat ini PG-PAUD Undana didukung oleh 12 dosen dan lebih dari 200 mahasiswa aktif. Meski menghadapi tantangan fluktuasi minat calon mahasiswa, pihak prodi tetap optimistis bahwa kekhasan dan kualitas lulusan akan menjadi daya tarik tersendiri.

 

Menurut Sartika, pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter, sehingga harus ditangani oleh tenaga profesional yang memiliki latar belakang pendidikan yang linear.

 

“PAUD adalah fondasi utama. Kami hadir untuk memastikan anak-anak di pelosok NTT tetap mendapatkan pendidikan yang layak dari guru yang memang dipersiapkan untuk kondisi daerah mereka,” pungkasnya.(Ing)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Berita Terbaru