Mahasiswa Undana Tawarkan Solusi Pajak Karbon Lewat Inovasi “Carbon Track App

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Dua mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) menghadirkan gagasan inovatif yang berkontribusi pada penguatan kebijakan pajak karbon di Indonesia melalui pengembangan aplikasi digital bertajuk Carbon Track App.

Inovasi ini dirancang sebagai solusi pelacakan emisi karbon secara real-time yang dapat diterapkan pada sektor industri hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), guna mendukung percepatan transisi menuju ekonomi hijau.

Gagasan tersebut dipaparkan oleh Adrianus Rivaldo Seda Makin, mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sekaligus Juara 1 National Debate Competition 2024, bersama Paulus Crystian Kapi, mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum yang meraih penghargaan Best Project Innovation dalam ajang Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) Batch 14 di Thailand.

Keduanya hadir sebagai narasumber dalam siniar (podcast) Undana Talk dengan tema “Pajak Karbon dan Carbon Track App”, Rabu (18 Maret 2026).

Pajak Karbon sebagai Instrumen Strategis

Adrianus Rivaldo menjelaskan bahwa pajak karbon memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai instrumen pengendalian emisi, tetapi juga sebagai sumber potensial pendapatan negara.

Menurutnya, kebijakan ini dapat mendorong perubahan perilaku industri untuk beralih dari energi fosil ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

“Pajak karbon tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi teknologi hijau. Meski saat ini penerapannya masih terbatas pada sektor PLTU batu bara, peluang pengembangannya sangat besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan utama dalam implementasi kebijakan ini adalah resistensi dari pelaku industri serta rendahnya tingkat literasi masyarakat terkait pentingnya pengendalian emisi karbon.

Carbon Track App Berbasis IoT

Sementara itu, Paulus Crystian Kapi memperkenalkan Carbon Track App sebagai inovasi berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang mampu membaca dan memantau emisi karbon secara akurat dan real-time.

Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu perusahaan dalam mengukur jejak karbon mereka secara lebih efektif, sekaligus menjadi alat pendukung dalam implementasi kebijakan pajak karbon.

“Inovasi ini berangkat dari pelatihan intensif terkait pengembangan ide dan model bisnis. Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan bagi industri besar, tetapi juga dapat diakses oleh UMKM,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa pengembangan aplikasi ini masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi pendanaan serta kebutuhan dukungan ekosistem teknologi.

Dorong Peran Generasi Muda

Dalam diskusi tersebut, keduanya juga menyoroti minimnya ketersediaan data emisi karbon yang kredibel di Indonesia, yang menjadi kendala dalam pengembangan riset dan inovasi.

Karena itu, mereka mendorong generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi dalam menjawab tantangan perubahan iklim melalui inovasi nyata.

“Anak muda harus berani mengambil peran. Sekecil apa pun inovasi yang kita lakukan harus memberi dampak bagi masa depan lingkungan,” tegas Rivaldo.

Dukungan Institusi dan Capaian IKU

Keberhasilan ini menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa Undana dalam menjawab isu global sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Paulus menambahkan, dukungan universitas dalam bentuk pembimbingan dan fasilitasi pembiayaan menjadi faktor penting yang memungkinkan mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat internasional.

Kolaborasi lintas disiplin antara ilmu hukum dan ekonomi yang mereka bangun menunjukkan bahwa solusi terhadap krisis iklim membutuhkan pendekatan komprehensif yang memadukan kebijakan regulasi dan inovasi teknologi.(Ref)

Berita Terkait

Situasi Politik Alor Memanas, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi Hoaks
Didukung Penuh Gubernur NTT, Rumah Singgah Untuk NTL Sudah Siap Ditinggali Jika Berobat Ke Ruteng
Refleksi 140 Tahun Kota Kupang, Wali Kota Tekankan Pelayanan dan Kebersamaan
Kado HUT Kota Kupang, Wali Kota Terima Penghargaan Strategic Leadership
Bukan Karena Viral, Jalan Depan GOR Oepoi Sudah Dianggarkan Sejak Akhir 2025
Bareskrim Apresiasi Polda NTT, Kasus Phishing Tools W3llstore Terbongkar
Temui Menteri Maruarar di Jakarta, Serena Francis Bawa Pulang 500 Unit Rumah BSPS
Wawali Serena Francis Buka Jambore, Pramuka Kota Kupang Siap Bangkit

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 08:57 WIB

Situasi Politik Alor Memanas, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi Hoaks

Sabtu, 25 April 2026 - 20:02 WIB

Didukung Penuh Gubernur NTT, Rumah Singgah Untuk NTL Sudah Siap Ditinggali Jika Berobat Ke Ruteng

Sabtu, 25 April 2026 - 13:49 WIB

Refleksi 140 Tahun Kota Kupang, Wali Kota Tekankan Pelayanan dan Kebersamaan

Sabtu, 25 April 2026 - 13:43 WIB

Kado HUT Kota Kupang, Wali Kota Terima Penghargaan Strategic Leadership

Jumat, 24 April 2026 - 20:18 WIB

Bukan Karena Viral, Jalan Depan GOR Oepoi Sudah Dianggarkan Sejak Akhir 2025

Berita Terbaru