Kupang, NTTPedia.id,- Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kemandirian energi daerah dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan PLN untuk mempercepat transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur NTT, belum lama ini di Kupang, sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan daerah dengan target nasional pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW).
Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Sc., menegaskan kesiapan Undana untuk berperan sebagai motor penggerak dalam bidang riset dan inovasi energi bersih.
“Undana siap menjadi penggerak dari sisi kajian ilmiah dan inovasi. Kami berkomitmen mendukung pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan kemandirian energi di NTT melalui pendekatan yang terukur dan aplikatif,” ujarnya.
Kolaborasi Riset dan Pemetaan Potensi
Kerja sama ini difokuskan pada pemetaan komprehensif potensi energi terbarukan di seluruh wilayah NTT sebagai dasar penyusunan kebijakan ketenagalistrikan yang berkelanjutan.
Melalui kepakaran di lingkungan FST, Undana akan mengambil peran penting dalam penyediaan riset strategis, pengembangan inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor energi bersih.
Komitmen Pemprov dan Dukungan PLN
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengakselerasi pengembangan energi terbarukan, mengingat besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki NTT.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem kelistrikan daerah sekaligus mempercepat pemanfaatan energi bersih secara luas dan berkelanjutan.
Arahkan Proyek Percontohan
Sebagai tindak lanjut, kolaborasi lintas sektor ini akan diformalkan dalam bentuk konsorsium yang melibatkan Undana, Pemprov NTT, dan PLN. Konsorsium tersebut akan merumuskan langkah teknis, termasuk penentuan lokasi proyek percontohan (pilot project) yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Selain menjawab tantangan krisis energi, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis energi bersih.
Dengan sinergi yang terbangun, NTT diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan nasional sekaligus memperkuat peran Undana sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.(Ref)














