Kupang, NTTPedia.id,- Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi mengusulkan alokasi formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 kepada Pemerintah Pusat guna memperkuat komposisi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus. Sebanyak 103 formasi telah ditetapkan, terdiri atas 92 posisi dosen dan 11 tenaga kependidikan.
Dikutip dari laman resmi Undana, langkah ini menjadi bagian dari komitmen Undana dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat tata kelola institusi secara berkelanjutan. Penetapan jumlah formasi tersebut didasarkan pada hasil kajian mendalam serta penyesuaian dengan kebutuhan nasional yang telah divalidasi oleh pemerintah pusat.
Pemetaan Berbasis Rasio dan Proyeksi Pensiun
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., menjelaskan bahwa usulan kebutuhan formasi disusun berdasarkan data riil dari seluruh fakultas dan program studi. Proses pemetaan dilakukan melalui koordinasi lintas unit kerja dengan mempertimbangkan sejumlah aspek krusial, seperti rasio ideal dosen dan mahasiswa serta proyeksi pegawai yang akan memasuki masa pensiun.
“Penyusunan kebutuhan ini mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran dan dinamika SDM di tingkat unit. Alokasi yang kami terima merupakan bagian dari kebutuhan nasional yang telah disinkronkan oleh pemerintah,” ujar Prof. Paul saat memberikan keterangan usai koordinasi internal bersama Rektor dan bagian kepegawaian.
Distribusi Formasi dan Perencanaan Jangka Menengah
Meskipun jumlah total formasi telah diketahui, rincian pembagian posisi untuk tiap unit kerja masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah pusat. Secara internal, Undana telah menyiapkan draf distribusi berdasarkan usulan prioritas dari masing-masing fakultas agar penempatan SDM baru nantinya tepat sasaran.
Prof. Paul menambahkan bahwa pemenuhan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Undana dilakukan dalam kerangka perencanaan jangka menengah. Pendekatan ini memungkinkan institusi memperkuat tenaga pendidik dan kependidikan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Layanan Mahasiswa
Penambahan formasi CPNS dalam jumlah signifikan pada tahun 2026 ini diharapkan mampu menutup kekurangan tenaga ahli di berbagai program studi. Dengan terpenuhinya kebutuhan SDM tersebut, Undana optimistis proses akademik serta standar pelayanan kepada mahasiswa dapat berjalan lebih optimal dan kompetitif.
Kehadiran dosen dan tenaga kependidikan baru ini juga diproyeksikan menjadi energi tambahan bagi Undana untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik, khususnya di kawasan timur Indonesia. (IyL)














