Bank NTT Lewoleba Gelar Pasar Murah QRIS Rp1 di Jambore SEKAMI, Dorong Inklusi Keuangan Digital

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lewoleba, NTTPedia.id,- Bank NTT Cabang Lewoleba bersama Bank Indonesia kembali menggelar pasar murah berbasis transaksi digital dalam rangka Jambore Anak SEKAMI-REMIS tingkat Dekenat Lembata, yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Paroki St. Fransiskus de Sales Pada.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat inklusi keuangan digital di wilayah kepulauan. Sebanyak 600 paket bahan kebutuhan pokok disiapkan, masing-masing berisi 1 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir, yang dapat ditebus dengan harga simbolis Rp1 melalui sistem pembayaran non-tunai QRIS.

Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 200 paket telah disalurkan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat serta peserta jambore.

Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Petrus Soba Lewar, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana edukasi keuangan digital bagi masyarakat.

“Seluruh transaksi menggunakan QRIS dan terbuka untuk semua bank. Bagi masyarakat yang belum memiliki mobile banking, kami juga melayani aktivasi langsung di lokasi sekaligus pembukaan rekening tabungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Bank Indonesia ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong adopsi sistem pembayaran digital hingga ke tingkat akar rumput.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga terintegrasi dengan pembinaan generasi muda melalui Jambore SEKAMI-REMIS yang diikuti oleh perwakilan dari 19 paroki, masing-masing mengirimkan 30 anak.

Mengusung tema “Anak Misioner, Bersukacita dan Bertumbuh dalam Iman”, jambore ini menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, serta penguatan nilai kebersamaan.

Kegiatan tersebut dijadwalkan turut dihadiri Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Mans Riberu, Pr, para imam, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata.

Sinergi antara kegiatan sosial, keagamaan, dan ekonomi ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Program pasar murah berbasis QRIS diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi digital di daerah.(AP)

Berita Terkait

Viral, Tak Ada Pembeli, Nelayan di Lembata Buang Hasil Tangkapan ke Laut dan Minta Tolong Presiden
Bank NTT dan Pemkab Lembata Kenalkan Jagung Titi Baleo, Produk OVOP Khas Daerah
Ende Bergetar, Raja Moni, dan 6 Mosalaki Serta Ribuan Masyarakat  Sambut Paket SIAGA
Orang Tua Siswa SMA Penerima Beasiswa Paket SIAGA  di Nagekeo Tersenyum Bahagia
Terima Kasih Pak SPK Yang Jauh Dari Timor Datang Ke Kampung Adat Rendu Nagekeo
Paket SIAGA Bantu Ratusan Dos Keramik Untuk SD Katolik di Ngada
Paket SIAGA Terus Tuai Dukungan, Relawan 12 Kecamatan di  Ngada Deklarasi Dukungan
Ucapan Terima Kasih Siswa SMA Katolik Regina Pacis Bajawa Karena Bantuan Beasiswa Paket SIAGA
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 07:30 WIB

Bank NTT Lewoleba Gelar Pasar Murah QRIS Rp1 di Jambore SEKAMI, Dorong Inklusi Keuangan Digital

Senin, 16 Maret 2026 - 20:29 WIB

Viral, Tak Ada Pembeli, Nelayan di Lembata Buang Hasil Tangkapan ke Laut dan Minta Tolong Presiden

Minggu, 12 Oktober 2025 - 21:12 WIB

Bank NTT dan Pemkab Lembata Kenalkan Jagung Titi Baleo, Produk OVOP Khas Daerah

Senin, 9 September 2024 - 11:51 WIB

Ende Bergetar, Raja Moni, dan 6 Mosalaki Serta Ribuan Masyarakat  Sambut Paket SIAGA

Sabtu, 7 September 2024 - 14:32 WIB

Orang Tua Siswa SMA Penerima Beasiswa Paket SIAGA  di Nagekeo Tersenyum Bahagia

Berita Terbaru