Memotret Realita Ende: BPS Ajak Masyarakat Jujur Demi Kebijakan Tepat Sasaran

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ende, NTTPedia.id– Data bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan “kompas” bagi pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende, I Made Suantara, saat  Diwawancara  diruang Kerjanya pada Selasa, 20 Mei 2026.

 Ia mengibaratkan peran BPS sebagai pihak yang bertugas “memotret” kondisi riil masyarakat guna mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah.

Perbedaan Data: Mengapa Angka BPS dan Dispenduk Berbeda?

Salah satu poin krusial yang dijelaskan Suantara adalah perbedaan metodologi antara BPS dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk).

Jika Dispenduk menggunakan metode registrasi (menunggu laporan masyarakat untuk administrasi seperti KTP/KK), BPS menggunakan metode sensus dan survei dengan aktif turun ke lapangan untuk menghitung penduduk.

“Kami menghitung setiap 10 tahun sekali melalui sensus, dan melakukan proyeksi di antaranya. Berdasarkan proyeksi per Desember 2025, jumlah penduduk Kabupaten Ende diperkirakan mencapai 284.125 jiwa,” ungkap Suantara.

Ekonomi Ende: Pertanian Masih Jadi Panglima

Dalam potret ekonomi, Suantara mengungkapkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung Kabupaten Ende, menyumbang lebih dari 30% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Komoditas seperti kelapa dan kemiri menjadi unggulan di sektor perkebunan.

Terkait kondisi harga kebutuhan pokok, ia mencatat bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Ende saat ini terpantau normal bahkan cenderung turun, dipengaruhi oleh stabilnya harga komoditas seperti beras dan cabai merah.

Tantangan di Lapangan: Antara Pajak dan Bansos

Melakukan pendataan di lapangan tidaklah mudah. BPS seringkali menghadapi penolakan dari pihak perusahaan yang khawatir data mereka akan disalahgunakan untuk urusan perpajakan.

Di sisi lain, saat mendata rumah tangga, petugas sering menemui ketidakjujuran responden terkait aset yang dimiliki.

“Ada kecenderungan masyarakat tidak jujur soal jumlah ternak atau tabungan karena rasa malu atau sebaliknya, berharap mendapatkan bantuan sosial (Bansos),” jelasnya.

Rembuk Desa” Sebagai Kunci Kualitas Data

Untuk meminimalisir data yang tidak akurat (anomali), BPS menerapkan strategi validasi berjenjang. Khusus untuk data kemiskinan, dilakukan mekanisme Rembuk Desa yang melibatkan tokoh masyarakat dan agama.

“Hanya pihak desa atau RT/RW yang benar-benar tahu kondisi antar keluarga di wilayahnya. Kolaborasi ini penting agar data yang dihasilkan berkualitas dan bantuan pemerintah nantinya bisa benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Harapan untuk Masyarakat Menutup pembicaraan, I Made Suantara menekankan bahwa data adalah aset penting negara.

Ia menghimbau masyarakat Ende untuk menerima petugas dengan tangan terbuka dan memberikan informasi yang jujur dengan prinsip Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun (5S) yang telah ditanamkan kepada para mitra statistik.Jack

 

Penulis : Yakob Madya Sui

Berita Terkait

PA GMNI NTT Salurkan Bantuan Gempa Flores di 22 Titik Tujuh Kabupaten, Donasi Gotong Royong Alumni GMNI
Gempa Flores: Seluruh Sekolah Diliburkan, Dinas Pendidikan NTT Prioritaskan Keselamatan Siswa dan Guru
Kapolres Ende Bawa Harapan Baru ke Pulau Ende, Rumah Ikan Disiapkan untuk Masa Depan Laut yang Lebih Sejahtera
Kapolres Ende Apresiasi Kinerja Tim Burung Hantu, Ungkap Tujuh Kasus dalam Empat Bulan
11 Tahun Berdiri, Yayasan GPS Bantu Ribuan Anak Yatim piatu, tingkatkan Literasi dan lestarikan Budaya di Sabu Raijua 
Anwar Pua Geno Kritik Pemda Ende: Pembangunan Jangan Abaikan Nilai Kemanusiaan dan Pancasila
DPRD Ende Tak Masuk Kantor, Di Mana Fungsi Pengawasan Wakil Rakyat
Mangkir Dari Panggilan Penyidik Polres Ende, Eks Pejabat Kemensos RI Terlibat Korupsi Ditangkap Di Bandung 

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28 WIB

PA GMNI NTT Salurkan Bantuan Gempa Flores di 22 Titik Tujuh Kabupaten, Donasi Gotong Royong Alumni GMNI

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Gempa Flores: Seluruh Sekolah Diliburkan, Dinas Pendidikan NTT Prioritaskan Keselamatan Siswa dan Guru

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:20 WIB

Kapolres Ende Bawa Harapan Baru ke Pulau Ende, Rumah Ikan Disiapkan untuk Masa Depan Laut yang Lebih Sejahtera

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:20 WIB

Kapolres Ende Apresiasi Kinerja Tim Burung Hantu, Ungkap Tujuh Kasus dalam Empat Bulan

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:43 WIB

11 Tahun Berdiri, Yayasan GPS Bantu Ribuan Anak Yatim piatu, tingkatkan Literasi dan lestarikan Budaya di Sabu Raijua 

Berita Terbaru