Ende, NTTPedia.id– Kabupaten Ende mulai memperkuat persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan melakukan perekrutan ratusan mitra statistik tambahan guna mendukung pendataan lapangan yang akan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026.
Kepala BPS Ende, I Made Suantara menjelaskan bahwa perekrutan petugas sebenarnya telah dilakukan sejak akhir tahun 2025 melalui sistem database mitra statistik yang dikelola secara digital menggunakan aplikasi Sobat BPS.
Namun, karena tahun 2026 merupakan tahun pelaksanaan Sensus Ekonomi, kebutuhan tenaga lapangan meningkat signifikan sehingga BPS kembali membuka rekrutmen tahap kedua pada Mei 2026.
“Yang direkrut sekarang ini bukan hanya khusus untuk sensus ekonomi, tetapi juga untuk kebutuhan berbagai survei statistik selama tahun 2026. Karena ada sensus ekonomi, otomatis kebutuhan petugas jauh lebih banyak,” ujarnya I Made Suantara saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, pola rekrutmen yang diterapkan BPS saat ini berbasis database nasional. Para pelamar yang lolos seleksi akan masuk dalam “keranjang database” mitra statistik dan sewaktu-waktu dapat dipanggil sesuai kebutuhan kegiatan statistik BPS.
“Jadi bukan otomatis langsung bekerja. Mereka masuk dulu dalam database mitra statistik. Ketika ada kegiatan seperti sensus atau survei, baru dilakukan penawaran penugasan,” katanya.
Menurutnya, sistem tersebut diterapkan untuk memastikan fleksibilitas tenaga lapangan mengingat sebagian mitra statistik terkadang telah bekerja di tempat lain atau tidak lagi tersedia saat dibutuhkan.
Rekrutmen Transparan dan Digital
Kepala BPS Ende menegaskan bahwa proses perekrutan dilakukan secara terbuka dan transparan sesuai prinsip reformasi birokrasi serta pembangunan zona integritas di lingkungan BPS.
“Semua ada SOP-nya. Rekrutmen sekarang mengedepankan transparansi dan open recruitment. Pengumuman juga dilakukan secara digital melalui media sosial dan aplikasi,” jelasnya.
Tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran online, tes kompetensi, wawancara, hingga pemeriksaan perangkat smartphone yang akan digunakan petugas di lapangan.
Petugas yang dinyatakan lolos wajib menandatangani pakta integritas sebelum resmi masuk ke database mitra statistik BPS.
“Kalau ada pelanggaran atau tidak profesional saat bertugas, tentu ada evaluasi dan sanksi. Sistem dashboard kami juga memantau langsung kinerja petugas hingga tingkat desa,” katanya.
Utamakan Putra Daerah
Dalam perekrutan kali ini, BPS Ende memprioritaskan tenaga lokal yang memahami kondisi wilayah dan bahasa daerah setempat.
Menurut Kepala BPS Ende, kemampuan berbahasa lokal sangat penting dalam proses pengumpulan data agar komunikasi dengan responden berjalan baik.
“Petugas lokal lebih mengenal wilayah dan masyarakatnya. Itu mempermudah saat menggali informasi di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, seluruh petugas diwajibkan memiliki smartphone dengan spesifikasi tertentu karena pendataan dilakukan menggunakan sistem digital berbasis CAPI (Computer Assisted Personal Interview).
“Pendataan sekarang hampir semuanya digital. HP petugas harus mendukung aplikasi yang digunakan,” tambahnya.
Butuh 314 Petugas
BPS Ende memperkirakan membutuhkan sekitar 314 petugas untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sebelumnya, pada akhir tahun 2025 BPS telah merekrut sekitar 300 mitra statistik, namun sebagian tidak lagi aktif sehingga diperlukan penambahan tenaga baru.
“Sekarang kita rekrut tambahan lagi sekitar 250-an orang untuk memperkuat database petugas,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah kebutuhan petugas dihitung berdasarkan banyaknya usaha dan rumah tangga yang akan didata di masing-masing wilayah.
Data Dijamin Rahasia
Terkait kemungkinan adanya penolakan dari masyarakat saat pendataan berlangsung, Kepala BPS Ende mengakui hal tersebut kerap terjadi dalam setiap kegiatan statistik.
Namun, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya Sensus Ekonomi bagi pembangunan daerah dan nasional.
“Kami pastikan data masyarakat aman dan dirahasiakan. Data itu tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan atau lainnya,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 karena hasil pendataan akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Sensus Ekonomi ini penting untuk menghasilkan data yang akurat demi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kepala BPS Ende.
Penulis : Yakob Madya Sui







