Kupang, NTTPedia.id,- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menghadirkan terobosan kreatif untuk mempromosikan potensi desa. Kali ini, DPMD menggelar Lomba Video TikTok bertema “Potensi Desa Menuju Pasar Global” yang menampilkan 44 produk unggulan One Village One Product (OVOP) dari seluruh NTT.
Kepala DPMD NTT, Viktor Manek, mengatakan kompetisi ini terbuka gratis untuk seluruh masyarakat. Tujuannya, mendorong kreativitas generasi muda agar lebih berperan dalam mengenalkan kekayaan lokal NTT ke publik yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui platform TikTok, peserta diminta membuat konten yang menampilkan produk-produk OVOP beserta nilai unik dan potensinya untuk masuk ke pasar yang lebih besar,” ujar Viktor kepada NTTPedia.id, Jumat, 28 November 2025.
Pendaftaran dibuka hingga 14 Desember 2025, sementara video dapat diunggah mulai 1–16 Desember 2025.
Penjurian berlangsung pada 17–19 Desember 2025, dan pemenang diumumkan pada 20 Desember 2025.
Untuk memudahkan pendaftaran, panitia menyediakan QR Code yang dapat dipindai oleh peserta. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung resmi, Ibu Nia (WA: 0858-1514-7129).
Viktor menjelaskan, peserta wajib mengunggah video melalui akun TikTok pribadi disertai tagar:
#LombaKontenTiktokOVOPNTT #BanggaProdukLokal #ntt #ayobangunntt #dpmdprovntt
Peserta juga diwajibkan mengikuti akun resmi TikTok DPMD Provinsi NTT.
Baik individu maupun kelompok, peserta harus menyertakan surat rekomendasi dari Kepala Desa/Lurah pada lokus 44 produk OVOP, dengan kop surat dan tanda tangan pejabat setempat. Dokumen tersebut kemudian diunggah melalui tautan pendaftaran yang tersedia.
DPMD NTT telah menyiapkan total hadiah Rp 22.500.000 bagi enam pemenang, dengan rincian:
- Juara I: Rp 6.000.000
- Juara II: Rp 5.000.000
- Juara III: Rp 4.000.000
- Juara IV: Rp 3.000.000
- Juara V: Rp 2.500.000
- Juara VI: Rp 2.000.000
Menurut Viktor, kompetisi ini menjadi sarana promosi efektif agar publik semakin mengenal program OVOP dan produk-produk desa di NTT. Ia berharap, lomba ini mampu melahirkan konten kreatif yang mendorong produk desa menembus pasar nasional bahkan global. (AP)















