Kupang, NTTPedia.id,- Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) bukanlah daerah miskin, melainkan wilayah kaya sumber daya yang belum dikelola secara maksimal.
Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi bertema “Peran Strategis Pertamina dalam Optimalisasi Pemanfaatan Gas Bumi” yang menghadirkan General Manager SOR III PGN, Hedi Hedianto, serta Guru Besar Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Yantus A.B. Neolaka, Sabtu, 21/02/2026.
Dalam pemaparannya Viktor mengajak masyarakat melihat NTT dengan cara pandang baru. Ia menggambarkan laut yang luas, savana yang membentang, serta sinar matahari yang melimpah sebagai simbol kekayaan alam yang luar biasa.
“Ini bukan tanah yang miskin. Ini tanah para raja, tanah pejuang, tanah yang diberkati kekayaan luar biasa,” kata Anggota Komisi I DPR RI ini seperti dikutip dari halaman Facebooknya.
Menurut Viktor, NTT memiliki cadangan gas bumi yang dapat dimanfaatkan untuk menerangi rumah-rumah warga dan menggantikan kayu bakar maupun minyak tanah yang selama ini menjadi ketergantungan masyarakat.
Pemanfaatan gas bumi, katanya, bukan hanya soal energi, tetapi juga menyangkut martabat dan kualitas hidup, terutama bagi kaum ibu yang masih harus bergantung pada kayu api.
Ia juga menyoroti potensi energi surya di Pulau Sumba yang dinilai sangat besar.
Dengan intensitas matahari yang tinggi sepanjang tahun, energi tersebut dapat diubah menjadi listrik guna mendukung sektor produktif seperti tambak udang dalam skala luas hingga industri kecil menengah.
Bahkan Viktor menyebut energi hidrogen sebagai energi masa depan yang juga memiliki peluang untuk dikembangkan di NTT, apabila dikelola secara terencana dan profesional.
Ia mempertanyakan mengapa kemiskinan masih menjadi isu utama di NTT, padahal sumber daya energi tersedia melimpah. Menurutnya, persoalan mendasar bukan pada ketiadaan kekayaan, melainkan pada belum optimalnya pengelolaan energi dan sumber daya secara profesional.
“Kemiskinan di NTT terjadi karena kita belum mengerjakan kekayaan kita dengan sungguh-sungguh. Kita belum mengelola energi kita dengan profesional,” kata sosok yang akrab disapa VBL ini.
Viktor juga mendorong generasi muda NTT untuk mulai berpikir strategis dan inovatif. Ia berharap anak-anak muda tidak lagi disibukkan dengan persoalan mencari minyak tanah setiap akhir tahun, melainkan memikirkan bagaimana gas bumi dapat mengalir ke dapur-dapur rumah tangga, bagaimana panel surya menggerakkan usaha kecil, dan bagaimana listrik yang stabil mampu melahirkan industri baru.
Menurutnya kebahagiaan memang soal hati, namun kemiskinan adalah persoalan etik pembangunan yang harus dituntaskan melalui kerja nyata dan keberanian mengambil langkah besar.
“NTT tidak boleh lagi tertinggal. Kekayaan ini harus kita kelola dan rasakan bersama. Ini saatnya kita bangkit dan menjadi tuan di rumah sendiri,” jelasnya.(AP)













